Posted by: okanandaferry | June 7, 2011

HIKMAH DARI KESULITAN HIDUP

1. Kesulitan dapat membuat kita lebih cerdas.

Sudah menjadi pengetahuan umum di
zaman sekarang bahwa setiap pengalaman hidup yang tidak biasa – seperti
mengambil rute yang berbeda untuk bekerja di pagi hari – akan menantang otak,
membantu untuk tetap sehat, aktif dan gesit (seperti halnya berolahraga akan
menyehatkan tubuh). Ketika kita sedang mengalami kesulitan, kita dihadapkan
dengan segala macam teka-teki untuk diselesaikan – pertanyaan-pertanyaan seperti
bagaimana menemukan cara-cara kreatif untuk menabung uang, misalnya. Segala
masalah yang kita harus pecahkan adalah olah raga yang bagus buat otak kita. Dan
menurut para peneliti; bahkan depresi pun dapat meningkatkan kemampuan mental
kita.

2. Kesulitan dapat membuat kita lebih berempati.

Orang-orang yang telah melalui
kesulitan apa pun – apakah itu tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau orang yang
dicintai – lebih memiliki belas kasih kepada orang-orang yang sedang mengalami
keadaan yang serupa. Dan kemampuan untuk berempati sangat berguna dalam berbagai
situasi. Mampu menempatkan diri pada posisi orang lain membuat kita menjadi
atasan atau rekan kerja yang lebih baik, pasangan atau kekasih yang lebih baik,
dan teman yang lebih baik. Hal ini membantu kita untuk merasakan hubungan yang
lebih dalam dan lebih memuaskan dengan segala macam orang.

3. Kesulitan dapat membuat kita lebih kuat.

Ketika kita telah berhasil melalui
suatu keadaan yang sangat sulit – seperti melewati sebuah ujian yang sangat
sulit dengan menghabiskan banyak waktu untuk belajar atau melalui periode penuh
tekanan di tempat kerja, dan lain-lain – kita cenderung akan mendapatkan rasa
percaya diri. Dalam melalui segala kesulitan itu, kita tidak hanya belajar untuk
bertahan hidup, kita pun memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap diri kita
dan batas-batas kemampuan kita.

4. Kesulitan bisa mempertajam emosi kita.

Setiap kali saya mengalami kesulitan, saya menemukan banyak hal yang indah di dunia ini, seperti matahari terbit dan terbenam, suara azan, teriakan bahagia anak-anak di taman bermain, aroma jeruk, segala jenis musik, dan kicauan burung di luar jendela saya. Hal yang
biasa-biasa saja secara paradoks mengisi saya dengan berbagai harapan, bahkan di tengah keputusasaan; dunia yang penuh dengan keagungan seperti ini adalah dunia yang layak kita tempati, bukan? Dengan mengalami emosi mendalam tersebut di masa-masa sulit akan membantu untuk membuat hidup kita lebih kaya dalam berbagai macam caranya. Hal ini tidak hanya memperdalam dampak yang kita rasakan ketika kita membaca buku yang bagus atau melihat film yang baik, misalnya, tetapi juga membuat perasaan kita terhadap pasangan, orangtua, teman, menjadi jauh lebih kaya. Dengan kata lain, hal ini membantu kita untuk menemukan makna dalam hidup kita.

kaya’ di lagu Robbie Willias – Better Man

Send someone to love me
I need to rest in arms
Keep me safe from harm
In pouring rain

Give me endless summer
Lord I fear the cold
Feel I’m getting old
Before my time

As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I’m doing all I can
To be a better man

Go easy on my conscience
’cause it’s not my fault
I know I’ve been taught
To take the blame

Rest assured my angels
Will catch my tears
Walk me out of here
I’m in pain

As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I’m doing all I can
To be a better man

Once you’ve found that lover
You’re homeward bound
Love is all around
Love is all around

I know some have fallen
On stony ground
But love is all around

Send someone to love me
I need to rest in arms
Keep me safe from harm
In pouring rain

Give me endless summer
Lord I fear the cold
Feel I’m getting old
Before my time

As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I’m doin’ all I can
To be a better man

 

 

SEMOGA BERMANFAAT ^_^

 

Advertisements
Posted by: okanandaferry | May 2, 2011

FUNGSI 3 KOMPONEN UTAMA MOTOR DC

Motor DC
Motor arus searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak
langsung/direct-unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana
diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan
yang luas. sebuah motor DC yang memiliki tiga komponen utama:

  • Kutub medan.

Secara sederhada digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan
menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang
stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan.
Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis
magnetik energi membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan.
Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet.
Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur
medan.

  • Dinamo.

Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet.
Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan
beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang
dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika
hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo.

  • Commutator.

Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah
untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Commutator juga membantu dalam
transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.

Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak
mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur:
Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan
Arus medan – menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.
Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi
untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang
seperti peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah
arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk
penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya.
Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC.

Posted by: okanandaferry | May 2, 2011

MOTOR LISTRIK

1. PENDAHULUAN
Bagian ini menggambarkan ciri-ciri utama motor listrik.
1.1 Dimana motor digunakan
Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller
pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik
digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik
kadangkala disebut “kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor
menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
1.2 Bagaimana sebuah motor bekerja
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama (Gambar 1):
Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya
Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka
kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada
arah yang berlawanan.
Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan.
Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran
yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik
yang disebut kumparan medan.
Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban
motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/ torque sesuai dengan kecepatan yang
diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004):
Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi
dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan
torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.
Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan
kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan
fan (torque bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).
1
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang berubah
dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan
adalah peralatan-peralatan mesin.
Komponen motor listrik bervariasi untuk berbagai jenis motor, dalam bab 2 dijelaskan untuk
masing-masing motor.
Gambar 1. Prinsip Dasar dari Kerja Motor Listrik (Nave, 2005)
2. JENIS MOTOR LISTRIK
Bagian ini menjelaskan tentang dua jenis utama motor listrik: DC dan motor. Dafar para
pemasok motor listrik tersedia di http://www.directindustry.com/find/electric-motor.html.
Gambar 3 memperlihatkan motor listrik yang paling umum. Motor tersebut dikategorikan
berdasarkan pasokan input, konstruksi, dan mekanisme operasi, dan dijelaskan lebih lanjut
dibawah ini.
2
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Motor Listrik
Motor Arus Bolak- Motor Arus
balik (AC) Searah (DC)
Sinkron Induksi Separately Self
Excited Excited
Shunt
Satu Fase Tiga Fase Seri Campuran
Gambar 2. Klasifikasi Jenis Utama Motor Listrik
2.1 Motor DC
Motor arus searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak
langsung/direct-unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana
diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan
yang luas.
Gambar 3 memperlihatkan sebuah motor DC yang memiliki tiga komponen utama:1
Kutub medan. Secara sederhada digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan
menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang
stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan.
Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis
magnetik energi membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan.
Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet.
Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur
medan.
Dinamo. Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet.
Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan
beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang
dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika
hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo.
Commutator. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah
untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Commutator juga membantu dalam
transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.
1
Diambil dari Komponen Motor Listrik dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi India, 2005.
3
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Gambar 3. Sebuah motor DC
(Direct Industry, 2005)
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak
mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur:
Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan
Arus medan – menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.
Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi
untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang
seperti peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah
arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk
penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya.
Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC.
Hubungan antara kecepatan, flux medan dan tegangan dinamo ditunjukkan dalam persamaan
berikut:
Gaya elektromagnetik: E = KΦN
T = KΦIa
Torque:
Dimana:
E =gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dinamo (volt)
Φ = flux medan yang berbanding lurus dengan arus medan
N = kecepatan dalam RPM (putaran per menit)
T = torque electromagnetik
Ia = arus dinamo
K = konstanta persamaan
2.1.1 Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited
Jika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya terpisah/
separately excited.
2.1.2 Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited: motor shunt
Pada motor shunt, gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel dengan
gulungan dinamo (A) seperti diperlihatkan dalam gambar 4. Oleh karena itu total arus dalam
jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.
4
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Gambar 4: Karakteristik Motor DC Shunt
(Rodwell International Corporation, 1999)
Berikut tentang kecepatan motor shunt (E.T.E., 1997):
Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque tertentu
setelah kecepatannya berkurang, lihat Gambar 4) dan oleh karena itu cocok untuk
penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah, seperti peralatan mesin.
Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri
dengan dinamo (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus medan
(kecepatan bertambah).
2.1.3 Motor DC daya sendiri: motor seri
Dalam motor seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan gulungan
dinamo (A) seperti ditunjukkan dalam gambar 5. Oleh karena itu, arus medan sama dengan
arus dinamo. Berikut tentang kecepatan motor seri (Rodwell International Corporation, 1997;
L.M. Photonics Ltd, 2002):
Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM
Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor akan
mempercepat tanpa terkendali.
Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal yang
tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist (lihat Gambar 5).
Gambar 5: Karakteristik Motor Seri DC
(Rodwell International Corporation, 1999)
5
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
2.1.4 Motor DC Kompon/Gabungan
Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada motor kompon,
gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan dinamo
(A) seperti yang ditunjukkan dalam gambar 6. Sehingga, motor kompon memiliki torque
penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase
penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri), makin
tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. Contoh,
penggabungan 40-50% menjadikan motor ini cocok untuk alat pengangkat hoist dan derek,
sedangkan motor kompon yang standar (12%) tidak cocok (myElectrical, 2005).
Gambar 6: Karakteristik Motor Kompon DC
(Rodwell International Corporation, 1999)
2.2 Motor AC
Motor arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur
pada rentang waktu tertentu. Motor listrik memiliki dua buah bagian dasar listrik: “stator” dan
“rotor” seperti ditunjukkan daalam Gambar 7. Stator merupakan komponen listrik statis.
Rotor merupakan komponen listrik berputar untuk memutar as motor.
Keuntungan utama motor DC terhadap motor AC adalah bahwa kecepatan motor AC lebih
sulit dikendalikan. Untuk mengatasi kerugian ini, motor AC dapat dilengkapi dengan
penggerak frekwensi variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus menurunkan
dayanya. Motor induksi merupakan motor yang paling populer di industri karena
kehandalannya dan lebih mudah perawatannya. Motor induksi AC cukup murah (harganya
setengah atau kurang dari harga sebuah motor DC) dan juga memberikan rasio daya terhadap
berat yang cukup tinggi (sekitar dua kali motor DC).
2.2.1 Motor sinkron
Motor sinkron adalah motor AC, bekerja pada kecepatan tetap pada sistim frekwensi tertentu.
Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan memiliki torque awal
yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk penggunaan awal dengan beban
rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan generator motor. Motor sinkron
mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering digunakan pada sistim yang
menggunakan banyak listrik.
6
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Gambar 7. Motor Sinkron
(Integrated Publishing, 2003)
Komponen utama motor sinkron adalah (Gambar 7):2
Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor
mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan magnet.
Hal ini memungkinkan sebab medan magnit rotor tidak lagi terinduksi. Rotor memiliki
magnet permanen atau arus DC-excited, yang dipaksa untuk mengunci pada posisi
tertentu bila dihadapkan dengan medan magnet lainnya.
Stator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan frekwensi
yang dipasok.
Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh persamaan berikut (Parekh,
2003):
Ns = 120 f / P
Dimana:
f = frekwensi dari pasokan frekwensi
P= jumlah kutub
2.2.2 Motor induksi
Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan
industri. Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat, dan
dapat langsung disambungkan ke sumber daya AC.3
a. Komponen
Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama (Gambar 8):4
Rotor. Motor induksi menggunakan dua jenis rotor:
– Rotor kandang tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan dalam
petak-petak slots paralel. Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek pada kedua
ujungnya dengan alat cincin hubungan pendek.
– Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase, lapisan ganda dan terdistribusi.
Dibuat melingkar sebanyak kutub stator. Tiga fase digulungi kawat pada bagian
2
Diambil dari Komponen Motor Listrik dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi India, 2005.
3
Untuk informasi lebih rinci pada induksi motor direkomendasikan untuk membaca Dasar-dasar Motor Induksi oleh Parekh
(2003)
4
Diambil dari Komponen Motor Listrik dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi India, 2005.
7
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
dalamnya dan ujung yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada
batang as dengan sikat yang menempel padanya.
Stator. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan
tiga fase. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu. Gulungan
diberi spasi geometri sebesar 120 derajat
Gambar 8. Motor Induksi (Automated Buildings)
c.
Klasifikasi motor induksi
Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama (Parekh, 2003):
Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator, beroperasi
dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang tupai, dan memerlukan
sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor
yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti fan angin, mesin
cuci dan pengering pakaian, dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp.
Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase
yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi, dapat memiliki
kandang tupai atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor kandang tupai); dan
penyalaan sendiri. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan
jenis ini, sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik , dan grinder.
Tersedia dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp.
d. Kecepatan motor induksi
Motor induksi bekerja sebagai berikut. Listrik dipasok ke stator yang akan menghasilkan
medan magnet. Medan magnet ini bergerak dengan kecepatan sinkron disekitar rotor. Arus
rotor menghasilkan medan magnet kedua, yang berusaha untuk melawan medan magnet
stator, yang menyebabkan rotor berputar.
Walaupun begitu, didalam prakteknya motor tidak pernah bekerja pada kecepatan sinkron
namun pada “kecepatan dasar” yang lebih rendah. Terjadinya perbedaan antara dua kecepatan
tersebut disebabkan adanya “slip/geseran” yang meningkat dengan meningkatnya beban. Slip
hanya terjadi pada motor induksi. Untuk menghindari slip dapat dipasang sebuah cincin
8
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
geser/ slip ring, dan motor tersebut dinamakan “motor cincin geser/ slip ring motor”.
Persamaan berikut dapat digunakan untuk menghitung persentase slip/geseran (Parekh,
2003):
% Slip = Ns – Nb x 100
Ns
Dimana:
Ns = kecepatan sinkron dalam RPM
Nb = kecepatan dasar dalam RPM
e. Hubungan antara beban, kecepatan dan torque
Gambar 9 menunjukan grafik torque-kecepatan motor induksi AC tiga fase dengan arus yang
sudah ditetapkan. Bila motor (Parekh, 2003):
Mulai menyala ternyata terdapat arus nyala awal yang tinggi dan torque yang rendah
(“pull-up torque”).
Mencapai 80% kecepatan penuh, torque berada pada tingkat tertinggi (“pull-out torque”)
dan arus mulai turun.
Pada kecepatan penuh, atau kecepatan sinkron, arus torque dan stator turun ke nol.
Gambar 9. Grafik Torque-Kecepatan Motor Induksi AC
3-Fase (Parekh, 2003)
9
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
3. PENGKAJIAN MOTOR LISTRIK
5
Bagian ini menjelaskan tentang bagaimana mengkaji kinerja motor listrik.
3.1 Efisiensi motor lisrik
Motor mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk melayani beban tertentu. Pada
proses ini, kehilangan energi ditunjukkan dalam Gambar 11.
Gambar 10 . Ke hilangan Motor (US DOE)
Efisiensi motor ditentukan oleh kehilangan dasar yang dapat dikurangi hanya oleh perubahan
pada rancangan motor dan kondisi operasi. Kehilangan dapat bervariasi dari kurang lebih dua
persen hingga 20 persen. Tabel 1 memperlihatkan jenis kehilangan untuk motor induksi.
Tabel 1. Jenis Kehilangan pada Motor Induksi (BEE India, 2004)
Jenis kehilangan Persentase kehilangan total
(100%)
Kehilangan tetap atau kehilangan inti 25
2
Kehilangan variabel: kehilangan stator I R 34
Kehilangan variabel: kehilangan rotor I2R 21
Kehilangan gesekan & penggulungan ulang 15
Kehilangan beban yang menyimpang 5
Efisiensi motor dapat didefinisikan sebagai “perbandingan keluaran daya motor yang
dirgunakan terhadap keluaran daya totalnya.”
Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah:
Usia. Motor baru lebih efisien.
Kapastas. Sebagaimana pada hampir kebanyakan peralatan, efisiensi motor meningkat
dengan laju kapasitasnya.
Kecepatan. Motor dengan kecepatan yang lebih tinggi biasanya lebih efisien.
Jenis. Sebagai contoh, motor kandang tupai biasanya lebih efisien daripada motor cincin-
geser
Suhu. Motor yang didinginkan oleh fan dan tertutup total (TEFC) lebih efisien daripada
motor screen protected drip-proof (SPDP)
©UNEP 10
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Penggulungan ulang motor dapat mengakibatkan penurunan efisiensi
Beban, seperti yang dijelaskan dibawah
Terdapat hubungan yang jelas antara efisiensi motor dan beban. Pabrik motor membuat
rancangan motor untuk beroperasi pada beban 50-100% dan akan paling efisien pada beban
75%. Tetapi, jika beban turun dibawah 50% efisiensi turun dengan cepat seperti ditunjukkan
pada Gambar 11. Mengoperasikan motor dibawah laju beban 50% memiliki dampak pada
faktor dayanya. Efisiensi motor yang tinggi dan faktor daya yang mendekati 1 sangat
diinginkan untuk operasi yang efisien dan untuk menjaga biaya rendah untuk seluruh pabrik,
tidak hanya untuk motor.
Gambar 11. Efisiensi Motor Beban Sebagian (sebagai fungsi
dari % efisiensi beban penuh) (US DOE)
Untuk alasan ini maka dalam mengkaji kinerja motor akan bermanfaat bila menentukan
beban dan efisiensinya. Pada hampir kebanyakan negara, merupakan persyaratan bagi fihak
pembuat untuk menuliskan efisiensi beban penuh pada pelat label motor. Namun demikian,
bila motor beroperasi untuk waktu yang cukup lama, kadang-kadang tidak mungkin untuk
mengetahui efisiensi tersebut sebab pelat label motor kadangkala sudah hilang atau sudah
dicat.
Untuk mengukur efisiensi motor, maka motor harus dilepaskan sambungannya dari beban
dan dibiarkan untuk melalui serangkaian uji. Hasil dari uji tersebut kemudian dibandingkan
dengan grafik kinerja standar yang diberikan oleh pembuatnya.
Jika tidak memungkikan untuk memutuskan sambungan motor dari beban, perkiraan nilai
efisiensi didapat dari tabel khusus untuk nilai efisiesi motor. Lembar fakta dari US DOE
(www1.eere.energy.gov/industry/bestpractices/pdfs/10097517.pdf) memberikan tabel dengan
nilai efisiensi motor untuk motor standar yang dapat digunakan jika pabrik pembuatnya tidak
menyediakan data ini. Nilai efisiensi disediakan untuk:
Motor dengan efisiesi standar 900, 1200, 1800 dan 3600 rpm
Motor yang berukuran antara 10 hingga 300 HP
Dua jenis motor: motor anti menetes terbuka/ open drip-proof (ODP) dan motor yang
didinginkan oleh fan dan tertutup total/ enclosed fan-cooled motor (TEFC)
Tingkat beban 25%, 50%, 75% dan 100%.
©UNEP 11
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Lembar fakta juga menjelaskan tiga kategori metode yang lebih canggih untuk mengkaji
efisiensi motor: peralatan khusus, metode perangkat lunak, dan metode analisis.
Dengan kata lain, survei terhadap motor dapat dilakukan untuk menentukan beban, yang juga
memberi indikasi kinerja motor. Hal ini diterangkan dalam bagian berikut.
3.2 Beban motor
3.2.1 Mengapa mengkaji beban motor
Karena sulit untuk mengkaji efisiensi motor pada kondisi operasi yang normal, beban motor
dapat diukur sebagai indikator efisiensi motor. Dengan meningkatnya beban, faktor daya dan
efisinsi motor bertambah sampai nilai optimumnya pada sekitar beban penuh.
3.2.2 Bagaimana mengkaji beban motor
Persamaan berikut digunakan untuk menentukan beban:
Pi x η
Beban =
HP x 0,7457
Dimana,
η = Efisiensi operasi motor dalam %
HP = Nameplate untuk Hp
Beban = Daya yang keluar sebagai % laju daya
Pi = Daya tiga fase dalam kW
Survei beban motor dilakukan untuk mengukur beban operasi berbagai motor di seluruh
pabrik. Hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi motor yang terlalu kecil. (mengakibatkan
motor terbakar) atau terlalu besar (mengakibatkan ketidak efisiensian). US DOE
merekomendasikan untuk melakukan survei beban motor yang beroperasi lebih dari 1000 jam
per tahun.
Terdapat tiga metode untuk menentukan beban motor bagi motor yang beroperasi secara
individu:
Pengukuran daya masuk. Metode ini menghitung beban sebagai perbandingan antara
daya masuk (diukur dengan alat analisis daya) dan nilai daya pada pembebanan 100%.
Pengukurann jalur arus. Beban ditentukan dengan membandingkan amper terukur
(diukur dengan alat analisis daya) dengan laju amper. Metode ini digunakan bila faktor
daya tidak dketahui dan hanya nilai amper yang tersedia. Juga direkomendasikan untuk
menggunakan metode ini bila persen pembebanan kurang dari 50%
Metode Slip. Beban ditentukan dengan membandingkan slip yang terukur bila motor
beroperasi dengan slip untuk motor dengan beban penuh. Ketelitian metode ini terbatas
namun dapat dilakukan dengan hanya penggunaan tachometer (tidak diperlukan alat
analisis daya).
Ksrena pengukuran daya masuk merupakan metode yang paling umum digunakan, maka
hanya metode ini yang dijelaskan untuk motor tiga fase.
©UNEP 12
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
3.2.3 Pengukuran daya masuk
Beban diukur dalam tiga tahap.
Tahap 1. Menentukan daya masuk dengan menggunakan persamaan berikut:
V x I x PF x 3
Pi =
1000
Dimana,
Pi = Daya tiga fase dalam kW
V = RMS (akar kwadrat rata-rata) tegangan, nilai tengah garis ke garis 3 fase
I = RMS arus, nilai tengah 3 fase
PF = Faktor daya dalam desimal
Alat analisis daya dapat mengukur nilai daya secara langsung. Industri yang tidak memiliki
alat analisis daya dapat menggunakan multi-meters atau tong-testers untuk mengukur
tegangan, arus dan faktor daya untuk menghitung daya yang masuk.
Tahap 2. Menentukan nilai daya dengan mengambil nilai pelat nama/nameplate atau dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
0.7457
Pr = hp x
ηr
Dimana,
Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW
HP = Nilai Hp pada nameplate
ηr = Efisiensi pada beban penuh (nilai pada nameplate atau dari tabel efisiensi
motor)
Pi
Beban = x 100%
Pr
Dimana,
Beban = Daya keluar yang dinyatakan dalam % nilai daya
Pi = Daya tiga fase terukur dalam kW
Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW
3.2.4 Contoh
Pertanyaan:
Pengamatan terhadap pengukuran daya berikut dilakukan untuk motor induksi tiga fase 45
kW dengan efisiensi beban penuh 88%.
V = 418 Volt
I = 37 Amp
PF = 0.81
Hitung beban.
Jawab:
Daya Masuk = (1,732 x 418 x 37 x 0,81)/1000 = 21,70 kW
% Pembebanan = [21,70 /(45/0,88)] x 100 = 42,44 %
©UNEP 13
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
4. PELUANG EFISIENSI ENERGI
Bagian ini menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja motor listrik.6
4.1 Mengganti motor standar dengan motor yang energinya efisien
Motor yang berefisiensi tinggi dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi energi
dibanding dengan motor standar. Perbaikan desain difokuskan pada penurunan kehilangan
mendasar dari motor termasuk penggunaan baja silikon dengan tingkat kehilangan yang
rendah, inti yang lebih panjang (untuk meningkatkan bahan aktif), kawat yang lebih tebal
(untuk menurunkan tahanan), laminasi yang lebih tipis, celah udara antara stator dan rotor
yang lebih tipis, batang baja pada rotor sebagai pengganti alumunium, bearing yang lebih
bagus dan fan yang lebih kecil, dll.
Motor dengan energi yang efisien mencakup kisaran kecepatan dan beban penuh yang luas.
Efisiensinya 3% hingga 7% lebih tinggi dibanding dengan motor standar sebagaimana
ditunjukkan dalam Gambar 12. Tabel 2 menggambarkan peluang perbaikan yang sering
digunakan pada perancangan motor yang efisien energinya.
Gambar12. Perbandingan antara motor yang berefisiensi tinggi
dengan motor standar
(Biro Standar Indian)
Sebagai hasil dari modifikasi untuk meningkatkan kinerja, biaya untuk motor yang energinya
efisien lebih besar daripada biaya untuk motor standar. Biaya yang lebih tinggi seringkali
akan terbayar kembali dengan cepat melalui penurunan biaya operasi, terutama pada
penggunaan baru atau pada penggantian motor yang masa pakainya sudah habis. Akan tetapi
untuk penggantian motor yang ada yang belum habis masa pakainya dengan motor yang
efisien energinya, tidak selalu layak secara finansial, oleh karena itu direkomedasikan untuk
6
Bagian 4 diambil (dengan mengedit)dari Energy Efficiency in Electrical Utilities, 2004, dengan ijin dari Biro Efisiensi
Energi, India
©UNEP 14
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
mengganti dengan motor yang efisien energinya hanya jika motor-motor tersebut sudah
rusak.
Tabel 2. Area Perbaikan Efisiensi yang digunakan pada Motor yang Efisien Energinya
(BEE India, 2004)
Area Kehilangan Energi Peningkatan Efisiensi
1. Besi Digunakan gauge yang lebih tipis sebab kehilangan inti baja yang
lebih rendah menurunkan kehilangan arus eddy.
Inti lebih panjang yang dirancang menggunakan baja akan
mengurangi kehilangan karena masa jenis flux operasi yang lebih
rendah.
2. Stator I2R Menggunakan lebih banyak tembaga dan konduktor yang lebih
besar meningkatkan luas lintang penggulungan stator. Hal ini akan
menurunkan tahanan (R) dari penggulungan dan mengurangi
kehilangan karena aliran arus (I).
3 Rotor I2R Penggunaan batang konduktor rotor yang lebih besar meningkatkan
potongan lintang, dengan demikian merendahkan tahanan
konduktor (R) dan kehilangan yang diakibatkan oleh aliran arus (I)
4 Gesekan & Pegulungan Menggunakan rancangan fan dengan kehilangan yang rendah
menurunkan kehilangan yang diakibatkan oleh pergerakan udara
5. Kehilangan beban yang Menggunakan rancangan yang sudah dioptimalkan dan prosedur
menyimpang pengendalian kualitas yang ketat akan meminimalkan kehilangan
beban yang menyimpang.
4.2 Menurunkan pembebanan yang kurang (dan menghindari motor yang
ukurannya berlebih/ terlalu besar)
Sebagaimana dijelaskan dalam bab 3, beban yang kurang akan meningkatkan kehilangan
motor dan menurunkan efisiensi motor dan faktor daya. Beban yang kurang mungkin
merupakan penyebab yang paling umum ketidakefisiensian dengan alasan-alasan:
Pembuat peralatan cenderung menggunakan faktor keamanan yang besar bila memilih
motor.
Peralatan kadangkala digunakan dibawah kemampuan yang semestinya. Sebagai contoh,
pembuat peralatan mesin memberikan nilai motor untuk kapasitas alat dengan beban
penuh. Dalam prakteknya, pengguna sangat jarang membutuhkan kapasitas penuh ini,
sehingga mengakibatkan hampir selamanya operasi dilakukan dibawah nilai beban.
Dipilih motor yang besar agar mampu mencapai keluaran pada tingkat yang
dikehendaki, bahkan jika tegangan masuk rendah dalam keadaan tidak normal.
Dipilih motor yang besar untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal
yang tinggi akan tetapi lebih baik bila digunakan motor yang lebih kecil yang dirancang
dengan torque tinggi.
Ukuran motor harus dipilih berdasarkan pada evaluasi beban dengan hati-hati. Namun bila
mengganti motor yang ukurannya berlebih dengan motor yang lebih kecil, juga penting untuk
mempertimbangkan potensi pencapaian efisiensi. Motor yang besar memiliki efisiensi yang
lebih tinggi daripada motor yang lebih kecil. Oleh karena itu, penggantian motor yang
beroperasi pada kapasitas 60 – 70% atau lebih tinggi biasanya tidak direkomendasikan.
Dengan kata lain tidak ada aturan yang ketat yang memerintahkan pemilihan motor dan
potensi penghematan perlu dievaluasi dengan dasar kasus per kasus. Contoh, jika motor yang
lebih kecil merupakan motor yang efisien energinya sedangkan motor yang ada tidak, maka
efisiensi dapat meningkat.
©UNEP 15
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
Untuk motor yang beroperasi konstan pada beban dibawah 40% dari nilai kapasitasnya,
pengukuran yang murah dan efektif dapat dioperasikan dalam mode bintang. Perubahan dari
operasi standar delta ke operasi bintang meliputi penyusunan kembali pemasangan kawat
masukan daya tiga fase pada kotak terminal.
Mengoperasikan dalam mode bintang akan menurunkan tegangan dengan faktor ‘√3’. Motor
diturunkan ukuran listriknya dengan operasi mode bintang, namun karakteristik kinerjanya
sebagai fungsi beban tidak berubah. Jadi, motor dalam mode bintang memiliki efisiensi dan
faktor daya yang lebih tinggi bila beroperasi pada beban penuh daripada beroperasi pada
beban sebagian dalam mode delta.
Bagaimanapun, operasi motor pada mode bintang memungkinkan hanya untuk penggunaan
dimana permintaan torque ke kecepatannya lebih rendah pada beban yang berkurang.
Disamping itu, perubahan ke mode bintang harus dihindarkan jika motor disambungkan ke
fasilitas produksi dengan keluaran yang berhubungan dengan kecepatan motor (karena
kecepatan motor berkurang pada mode bintang). Untuk penggunaan untuk kebutuhan torque
awal yang tinggi dan torque yang berjalan rendah, tersedia starter Delta-Bintang yang dapat
membantu mengatasi torque awal yang tinggi.
4.3 Ukuran motor untuk beban yang bervariasi
Motor industri seringkali beroperasi pada kondisi beban yang bervariasi karena permintaan
proses. Praktek yang umum dilakukan dalam situasi seperti ini adalah memilih motor
berdasarkan beban antisipasi tertinggi. Namun hal ini membuat motor lebih mahal padahal
motor hanya akan beroperasi pada kapasitas penuh untuk jangka waktu yang pendek, dan
beresiko motor bekerja pada beban rendah.
Alternatfnya adalah memilih motor berdasarkan kurva lama waktu pembebanan untuk
penggunaan khusus. Hal ini berarti bahwa nilai motor yang dipilih sedikit lebih rendah
daripada beban antisipasi tertinggi dan sekali-kali terjadi beban berlebih untuk jangka waktu
yang pendek. Hal ini memungkinkan, karena motor memang dirancang dengan faktor
layanan (biasanya 15% diatas nilai beban) untuk menjamin bahwa motor yang bekerja diatas
nilai beban sekali-sekali tidak akan menyebabkan kerusakan yang berarti.
Resiko terbesar adalah pemanasan berlebih pada motor, yang berpengaruh merugikan pada
umur motor dan efisiensi dan meningkatkan biaya operasi. Kriteria dalam memilih motor
adalah bahwa kenaikan suhu rata-rata diatas siklus operasi aktual harus tidak lebih besar dari
kenaikan suhu pada operasi beban penuh yang berkesinambungan (100%). Pemanasan
berlebih dapat terjadi dengan:
Perubahan beban yang ekstrim, seperti seringnya jalan/berhenti, atau tingginya beban
awal.
Beban berlebih yang sering dan/atau dalam jangka waktu yang lama
Terbatasnya kemampuan motor dalam mendinginkan, contoh pada lokasi yang tinggi,
dalam lingkungan yang panas atau jika motor tertutupi atau kotor.
Jika beban bervariasi terhadap waktu, metode pengendalian kecepatan dapat diterapkan
sebagai tambahan terhadap ukuran motor yang tepat (lihat bagian 4.8).
©UNEP 16
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
4.4 Memperbaiki kualitas daya
Kinerja motor dipengaruhi oleh kualitas daya yang masuk, yang ditentukan oleh tegangan
dan frekuensi aktual dibandingkan dengan nilai dasar. Fluktuasi dalam tegangan dan
frekuensi yang lebih besar daripada nilai yang diterima memiliki dampak yang merugikan
pada kinerja motor. Tabel 6 menampilkan pengaruh umum dari variasi tegangan dan
frekuensi pada kinerja motor.
Ketidakseimbangan tegangan bahkan dapat lebih merugikan terhadap kinerja motor dan
terjadi apabila tegangan tiga fase dari motor tiga fase tidak sama. Hal ini biasanya disebabkan
oleh perbedaan pasokan tegangan untuk setiap fase pada tiga fase. Dapat juga diakibatkan
dari penggunaan kabel dengan ukuran yang berbeda pada sistim distribusinya. Contoh dari
pengaruh ketidakseimbangan tegangan pada kinerja motor ditunjukkan dalam Tabel 7.
Tegangan masing-masing fase pada sistim tiga fase besarannya harus sama, simetris, dan
dipisahkan oleh sudut 120°. Keseimbangan fase harus 1% untuk menghindarkan
penurunan daya motor dan gagalnya garansi pabrik pembuatnya. Beberapa faktor dapat
mempengaruhi kesetimbangan tegangan: beban fase tunggal pada setiap satu fase, ukuran
kabel yang berbeda, atau kegagalan pada sirkuit. Ketidakseimbangan sistim
meningkatkan kehilangan pada sistim distribusi dan menurunkan efisiensi motor.
Tabel 7. Pengaruh Ketidakseimbangan Tegangan dalam Motor Induksi (BEE India,
2004)
Contoh 1 Contoh 2 Contoh 3
Persentase ketidakseimbangan dalam tegangan* 0,30 2,30 5,40
Ketidakseimbangan arus (%) 0,4 17,7 40,0
Kenaikan suhu (oC) 0 30 40
* Persen ketidakseimbangan tegangan = (penyimpangan maksimum dari tegangan tengah/ tegangan
tengah) x 100
Ketidakseimbangan tegangan dapat diminimalisir dengan:
Menyeimbangkan setiap beban fase tunggal diantara seluruh tiga fase
Memisahkan setiap beban fase tunggal yang mengganggu keseimbangan beban dn
umpankan dari jalur/trafo terpisah
4.5 Penggulungan Ulang
Penggulungan ulang untuk motor yang terbakar sudah umum dilakukan oleh industri. Jumlah
motor yang sudah digulung ulang di beberapa industri lebih dari 50% dari jumlah total motor.
Pegulungan ulang motor yang dilakukan dengan hati-hati kadangkala dapat menghasilkan
motor dengan efisiensi yang sama dengan sebelumnya. Pegulungan ulang dapat
mempengaruhi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap memburuknya efisiensi motor:
desain slot dan gulungan, bahan gulungan, kinerja pengisolasi, dan suhu operasi. Sebagai
contoh, bila panas diterapkan pada pita gulungan lama maka pengisolasi diantara laminasinya
dapat rusak, sehingga meningkatkan kehilangan arus eddy. Perubahan dalam celah udara
dapat mempengaruhi faktor daya dan keluaran torque.
Walau begitu, jika dilakukan dengan benar, efisiensi motor dapat terjaga setelah dilakukan
pegulungan ulang, dan dalam beberapa kasus, efisiensi bahkan dapat ditingkatkan dengan
cara mengubah desain pegulungan. Dengan menggunakan kawat yang memiliki penampang
©UNEP 17
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
lintang yang lebih besar, ukuran slot yang diperbolehkan, akan mengurangi kehilangan stator
sehingga akan meningkatkan efisiensi. Walau demikian, direkomendasikan untuk menjaga
desain motor orisinil selama pegulungan ulang, kecuali jika ada alasan yang berhubungan
dengan beban spesifik untuk mendesain ulang.
Dampak dari pegulungan ulang pada efisiensi motor dan faktor daya dapat dikaji dengan
mudah jika kehilangan motor tanpa beban diketahui pada sebelum dan sesudah pegulungan
ulang. Informasi kehilangan tanpa beban dan kecepatan tanpa beban dapat ditemukan pada
dokumentasi motor yang diperoleh pada saat pembelian. Indikator keberhasilan pegulungan
ulang adalah perbandingan arus dan tahanan stator tanpa beban per fase motor yang digulung
ulang dengan arus dan tahanan stator orisinil tanpa beban pada tegangan yang sama.
Paad saat menggulung ulang motor perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
Gunakan perusahaan yang bersertifikasi ISO 9000 atau anggota dari Assosasi Layanan
Peralatan Listrik.
Ukuran motor kurang dari 40 HP dan usianya lebih dari 15 tahun (terutama motor yang
sebelumnya sudah digulung ulang) sering memiliki efisiensi yang lebih rendah daripada
model yang tersedia saat ini yang efisien energinya. Biasanya yang terbaik adalah
menggantinya. Hampir selalu terbaik mengganti motor biasa dengan beban dibawah 15
HP.
Jika biaya pegulungan ulang melebihi 50% hingga 65% dari harga motor baru yang
efisien energinya, lebih baik membeli motor yang baru, karena meningkatnya kehandalan
dan efisiensi akan dengan cepat menutupi pembayaran harga motor.
4.6 Koreksi faktor daya dengan memasang kapasitor
Sebagaimana sudah dikenal sebelumnya, karakteristik motor induksi adalah faktor dayanya
yang kurang dari satu, menyebabkan efisiensi keseluruhan yang lebih rendah (dan biaya
operasi keseluruhan yang lebih tinggi) untuk seluruh sistim listrik pabrik.
Kapasitor yang disambung secara paralel (shunt) dengan motor kadangkala digunakan untuk
memperbaiki faktor daya. Kapasitor tidak akan memperbaiki faktor daya motor itu sendiri
akan tetapi terminal starternya dimana tenaga dibangkitkan atau didistribusikan. Manfaat dari
koreksi faktor daya meliputi penurunan kebutuhan kVA (jadi mengurangi biaya kebutuhan
utilitas), penurunan kehilangan I2R pada kabel di bagian hulu kapasitor (jadi mengurangi
biaya energi), berkurangnya penurunan tegangan pada kabel (mengakibatkan pengaturan
tegangan meningkat), dan kenaikan dalam efisiesi keseluruhan sistim listrik pabrik.
Ukuran kapasitor tergantung pada kVA reaktif tanpa beban (kVAR) yang ditarik oleh motor.
Ukuran ini tidak boleh melebihi 90% dari kVAR motor tanpa beban, sebab kapasitor yang
lebih tinggi dapat mengakibatkan terlalu tingginya tegangan dan motor akan terbakar. kVAR
motor hanya dapat ditentukan oleh pengujian motor tanpa beban. Alternatifnya adalah
menggunakan faktor daya motor standar untuk menentukan ukuran kapasitor.
Informasi lebih jauh mengenai faktor daya dan kapasitor diberikan dalam bab Listrik.
©UNEP 18
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
4.7 Meningkatkan perawatan
Hampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin yang dihilangkan
karbonnya, sifat-sifat listriknya tidak berubah dengan usia. Walau begitu, perawatan yang
buruk dapat memperburuk efisiensi motor karena umur motor dan operasi yang tidak handal.
Sebagai contoh, pelumasan yang tidak benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada
motor dan penggerak transmisi peralatan. Kehilangan resistansi pada motor, yang meningkat
dengan kenaikan suhu.
Kondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada kinerja motor. Sebagai
contoh, suhu ekstrim, kadar debu yang tinggi, atmosfir yang korosif, dan kelembaban dapat
merusak sifat-sifat bahan isolasi; tekanan mekanis karena siklus pembebanan dapat
mengakibatkan kesalahan penggabungan.
Perawatan yang tepat diperlukan untuk menjaga kinerja motor. Sebuah daftar periksa praktek
perawatan yang baik akan meliputi:
Pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearings dan rumahnya (untuk
mengurangi kehilangan karena gesekan) dan untuk kotoran/debu pada saluran ventilasi
motor (untuk menjamin pendinginan motor)
Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bahwa motor tidak kelebihan atau
kekurangan beban. Perubahan pada beban motor dari pengujian terakhir mengindikasikan
suatu perubahan pada beban yang digerakkan, penyebabnya yang harus diketahui.
Pemberian pelumas secara teratur. Fihak pembuat biasanya memberi rekomendasi untuk
cara dan waktu pelumasan motor. Pelumasan yang tidak cukup dapat menimbulkan
masalah, seperti yang telah diterangkan diatas. Pelumasan yang berlebihan dapat juga
menimbulkan masalah, misalnya minyak atau gemuk yang berlebihan dari bearing motor
dapat masuk ke motor dan menjenuhkan bahan isolasi motor, menyebabkan kegagalan
dini atau mengakibatkan resiko kebakaran.
Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan yang
digerakkan. Sambungan yang tidak benar dapat mengakibatkan sumbu as dan bearings
lebih cepat aus, mengakibatkan kerusakan terhadap motor dan peralatan yang digerakkan.
Dipastikan bahwa kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya benar.
Sambungan-sambungan pada motor dan starter harus diperiksa untuk meyakinkan
kebersihan dan kekencangnya.
Penyediaan ventilasi yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor bersih untuk
membantu penghilangan panas untuk mengurangi kehilangan yang berlebihan. Umur
isolasi pada motor akan lebih lama: untuk setiap kenaikan suhu operasi motor 10oC diatas
suhu puncak yang direkomendasikan, waktu pegulungan ulang akan lebih cepat,
diperkirakan separuhnya.
4.8 Pengendalian kecepatan motor induksi
Secara tradisional, motor DC digunakan bila kemampuan dikehendaki variasi kecepatan.
Namun karena keterbatasan motor DC (sebagaimana dijelaskan dalam bagian 2), motor AC
terus menjadi fokus bagi penggunaan variasi kecepatan. Baik motor AC sinkron dan induksi
keduanya cocok untuk penggunaan control variasi kecepatan.
Karena motor induksi adalah motor yang tidak sinkron, perubahan pasokan frekuensi dapat
memvariasikan kecepatan. Strategi pengendalian untuk motor khusus akan tergantung pada
sejumlah faktor termasuk biaya investasi, ketahanan beban dan beberapa persyaratan
©UNEP 19
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
pengendalian khusus. Hal ini memerlukan suatu tinjauan rinci mengenai karakteristik beban,
data historis pada aliran proses, ciri-ciri sistim pengendalian kecepatan yang diperlukan,
biaya listrik dan biaya investasi.
Karakteristik beban (dijelaskan di bagian 1) terutama penting dalam memutuskan apakah
pengendalian kecepatan merupakan suatu opsi. Potensi terbesar untuk penghematan listrik
dengan penggerak variabel kecepatan (variable speed drive) pada umumnya ada pada
penggunaan variasi torque, contohnya adalah pompa sentrifugal dan fan, dimana kebutuhan
dayanya berubah sebesar kubik kecepatan. Beban torque yang konstan juga cocok untuk
penggunaan VSD.
4.8.1 Motor dengan beberapa kecepatan
Motor dapat digulung menjadi dua kecepatan, dan perbandingan 2:1, dapat dicapai. Motor
juga dapat digulung dengan dua gulungan terpisah, masing-masing memberi dua kecepatan
operasi dan dengan begitu totalnya menjadi empat kecepatan. Motor dengan beberapa
kecepatan dapat dirancang untuk penggunaan yang melibatkan torque konstan, torque
bervariasi, atau untuk keluaran daya yang konstan. Motor dengan beberapa kecepatan cocok
untuk penggunaan yang memerlukan pengendalian kecepatan yang terbatas (dua atau empat
kecepatan, bukan kecepatan yang terus menerus bervariasi). Motor-motor tersebut cenderung
sangat ekonomis dan efisiensinya lebih rendah dibanding dengan motor yang berkecepatan
tunggal.
4.8.2 Penggerak kecepatan variable/ Variable Speed Drives (VSDs)
Penggerak kecepatan variable (VSDs) juga dikenal dengan inverters dan dapat mengubah
kecepatan motor, yang tersedia dalam dari mulai beberapa kW hingga 750 kW. VSD
dirancang untuk mengoperasikan motor induksi standar dan oleh karena itu dapat dengan
mudah dipasang pada sistim yang ada. Inverter kadang dijual secara terpisah sebab motor
sudah beroperasi ditempat, tetapi dapat juga dibeli bersamaan dengan motornya.
Bila beban bervariasi, VSD atau motor dengan dua kecepatan kadangkala dapat menurunkan
pemakaian energi listrik pada pompa sentrifugal dan fan sebesar 50% atau lebih.
Penggerak dasarnya terdiri dari inverter itu sendiri yang merubah daya masuk 50 Hz menjadi
frekuensi dan tegangan yang bervariasi. Frekuensi yang bervariasi akan mengendalikan
kecepatan motor.
Terdapat tiga jenis utama desain inverter yan tersedia saat ini. Ketiganya dikenal dengan
Inverter Sumber Arus (CSI), Inverter Tegangan Bervariasi (VVI), dan Inverter dengan
Pengatur Lebar Pulsa/ Pulse Width Modulated (PWM).
4.8.3 Penggerak arus searah (DC)
Teknologi penggerak DC merupakan bentuk tertua pengendali kecepatan listrik. Sistim
penggerak terdiri dari sebuah motor DC dan sebuah pengendali.
Motor terdiri dari dinamo dan gulungan medan. Penggulungan medan memerlukan
pembanmgkitan daya DC untuk operasi motor, biasanya dengan tegangan yang tetap dari
pengendali. Sambungan dinamo dibuat melalui perakitan sikat dan commutator. Kecepatan
motor berbanding lurus dengan tegangan yang dipergunakan.
Pengendali merupakan penyambungan rektifikasi fase control dengan sirkuit logic untuk
mengendalikan tegangan DC yang dikirim ke dinamo motor. Pengendalian kecepatan dicapai
©UNEP 20
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
dengan mengatur tegangan ke motor. Kadangkala sebuah tacho-generator dilibatkan untuk
mencapai pengaturan kecepatan yang baik. Tacho-generator dapat digantungkan pada motor
untuk menghasilkan sinyal umpan balik kecepatan yang digunakan dibagian dalam
pengendali.
4.8.4 Penggerak motor AC dengan gulungan rotor (motor induksi cincin geser)
Penggerak motor dengan rotor penggulung menggunakan motor yang berkonstruksi khusus
untuk menyempurnakan pengendalian kecepatan. Rotor motor dibuat dengan penggulungan
yang diangkat keluar motor melalui cincin geser pada sumbu motor. Gulungan tersebut
disambungkan ke pengendali, yang menempatkan resistor variabel secara seri dengan
gulungan. Kinerja torque motor dapat dikendalikan dengan menggunakan resistor variabel
tersebut. Motor dengan gulungan rotor sangat umum digunakan untuk motor 300 HP atau
lebih.
©UNEP 21
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik
5. DAFAR PERIKSA OPSI
Bagian ini memberikan daftar dari opsi-opsi efisiensi energi yang sangat penting untuk motor
listrik.
Mempertahankan tingkat pasokan tegangan dengan penyimpangan maksimum 5% dari
nilai yang tertera dalam pelat nama/ nameplate.
Meminimalkan ketidakseimbangan pada 1% untuk menghindari penurunan kekuatan
motor.
Mempertahankan faktor daya tinggi dengan memasang kapasitor sedekat mungkin ke
motor
Memilih ukuran motor yang benar untuk menghindari ketidakefisienan faktor daya yang
buruk
Menjamin bahwa motor dibebani lebih dari 60%
Melakukan strategi perawatan yang benar untuk motor
Menggunakan penggerak variabel kecepatan (VSD) atau sistim dua kecepatan
Mengganti motor yang ukurannya berlebih, ukurannya kurang dan yang gagal dengan
motor yang efisien energinya.
Penggulungan ulang motor yang terbakar oleh akhlinya.
Mengptimalkan efisensi transmisi dengan pemasangan dan perawatan poros, belt, rantai,
dan gir yang benar.
Mengendalikan suhu ambien untuk memaksimalkan umur isolasi dan kehandalan motor,
misalnya dengan menghindarkan kontak langsung dengan sinar matahari, menempatkan
pada area yang berventilasi baik, dan menjaganya tetap bersih.
Memberi pelumas pada motor sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuatnya dan
menggunakan gemuk atau minyak berkualitas tinggi untuk mencegah pencemaran oleh
kotoran atau air.
©UNEP 22
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Electrical Energy Equipment: Electric Motors
6. LEMBAR KERJA
Bagian ini meliputi lembar kerja berikut:
Pengumpulan Data Motor
Analisis Beban Motor
Lembar Kerja 1. PENGUMPULAN DATA MOTOR
No.
Faktor Kecepatan Golongan Faktor Ukuran Pabrik
Tanda
HT/LT kW Tegangan FLA (Amp)
No. Referensi Motor
daya (RPM) isolasi Layanan Rangka Pembuat
Pengenal
Motor
23
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Electrical Energy Equipment: Electric Motors
Lembar Kerja 2. ANALISIS BEBAN MOTOR
Nilai Pengukuran yang aktual
Tanda
% Beban
No. Referensi Motor Daya (KW) Efisiensi
Pengenal
Motor
Motor Daya Masuk
Tegangan
Arus (Amp) Faktor daya
(KW)
(KV)
24
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org ©UNEP
Electrical Energy Equipment: Electric Motors
7. REFERENSI
Automated Buildings. http://www.automatedbuildings.com/news/jul01/art/abbd/abbf2.gif
Bureau of Energy Efficiency (BEE), Ministry of Power, India. Components of an Electric
Motor. 2005.
http://www.energymanagertraining.com/equipment_all/electric_motors/eqp_comp_motors.htm
Bureau of Energy Efficiency, Ministry of Power, India. Energy Efficiency in Electrical
Utilities. Book 3. 2004
Bureau of Indian Standards. Indian Standard Code for Motors – IS1231.
C.R. Nave, Department of Physics and Astronomy, Georgia State University. How does an
electric motor work? In: Hyperphysics, Electricity and Magnetism. 2005
http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/hframe.html
DirectIndustry. Virtual Industry Exhibition. 2005. http://www.directindustry.com
Electricians Toolbox Etc (E.T.E.). Motor Characteristics. 1997. http://www.elec-
toolbox.com/motorchar.htm
Integrated Publishing. Synchronised Motors, In: Neets, Module 01, Introduction to Matter,
Energy, and Direct Current, Chapter 4, Alternating Current Motors. 2003
http://www.tpub.com/content/neets/14177/css/14177_92.htm
L.M. Photonics Ltd. DC Motor Control. 2002. http://www.lmphotonics.com/vsd/vsd_02.htm
myElectrical. DC Machine Construction. 2005.
http://www.myelectrical.com/book/Machines/DC%20Machine%20Construction%20(Field%20Win
ding).aspx?%09%09%09ID=P040507102940
Parekh, R., Microchip Technology Inc. AC Induction Motors Fundamentals, AN887. 2003.
http://www.microchip.com, ww1.microchip.com/downloads/en/AppNotes/00887a.pdf
Rodwell International Corporation. Basic Motor Theory. On: Reliance Electric Motor
Technical Reference home page, 1999. http://www.reliance.com/mtr/mtrthr.htm
US Department of Energy (US DOE). Fact Sheet:Determining Motor Load and Efficiency.
Developed as part of: Motor Challenge, a program of US DOE
www1.eere.energy.gov/industry/bestpractices/pdfs/10097517.pdf
Copyright:
Copyright © United Nations Environment Programme (year 2006)
This publication may be reproduced in whole or in part and in any form for educational or non-profit purposes without
special permission from the copyright holder, provided acknowledgement of the source is made. UNEP would appreciate
receiving a copy of any publication that uses this publication as a source. No use of this publication may be made for resale
or any other commercial purpose whatsoever without prior permission from the United Nations Environment Programme.
Hak Cipta:
Hak cipta © United Nations Environment Programme (year 2006)
Publikasi ini boleh digandakan secara keseluruhan atau sebagian dalam segala bentuk untuk pendidikan atau keperluan
non-profit tanpa ijin khusus dari pemegang hak cipta, harus mencantumkan sumber yang membuat. UNEP akan menghargai
pengiriman salinan dari setiap publikasi yang menggunaan publikasi ini sebagai sumber. Tidak diijinkan untuk
menggunakan publikasi ini untuk dijual belikan atau untuk keperluan komersial lainnya tanpa ijin khusus dari United
Nations Environment Programme.
Disclaimer:
This energy equipment module was prepared as part of the project “Greenhouse Gas Emission Reduction from Industry in
Asia and the Pacific” (GERIAP) by the National Productivity Council, India. While reasonable efforts have been made to
©UNEP 25
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org
Electrical Energy Equipment: Electric Motors
ensure that the contents of this publication are factually correct and properly referenced, UNEP does not accept
responsibility for the accuracy or completeness of the contents, and shall not be liable for any loss or damage that may be
occasioned directly or indirectly through the use of, or reliance on, the contents of this publication, including the translation
into other languages from English. This document is a translation of the chapter in English and does not constitute an
official United Nations publication.
Disclaimer:
Modul peralatan energi ini dibuat sebagai bagian dari proyek “Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Industri di Asia
dan Pasifik/ Greenhouse Gas Emission Reduction from Industry in Asia and the Pacific” (GERIAP) oleh Badan
Produktivitas Nasional, India. Sementara upaya-upaya masih dilakukan untuk menjamin bahwa isi dari publikasi ini
didasarkan fakta-fakta yang benar, UNEP tidak bertanggung-jawab terhadap ketepatan atau kelengkapan dari materi, dan
tidak dapat dikenakan sangsi terhadap setiap kehilangan atau kerusakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap
penggunaan atau kepercayaan pada isi publikasi ini.
©UNEP 26
Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia – http://www.energyefficiencyasia.org

Posted by: okanandaferry | April 2, 2011

TEKNIK TENAGA LISTRIK DAN ELEKTRONIKA

Materi :
1. Pendahuluan
2. Pandangan singkat masalah Teknik tenaga Listrik
3. Element-element listrik dan Elektronika
4. Penggunaan rumus-rumus Kelistrikan dan Elektronika
5. Dasar Mesin-mesin Listrik dalam Industri
6. Model system pengendalian mesin-mesin listrik
7. Pembebanan motor-motor dalam Industri
8. Stabilisitas sistem

Referensi :
1. Arismunandar, A., 1973, Teknik Tenaga Listrik jilid II, Pradya Paramita, Jakarta
2. Bolton W, Mechatronics Electronic Control Systems In Mechanbical Enginering
3. D. Chattopadhyay., P.C. Rakshit, 1989, Dasar Elektronika, UI press, Jakarta.
4. H.C. Yohannes., 1979, Dasar-Dasar Elektronika, Ghalia Indonesia.
5. Thomas Sri Widodo, DEA, Dipl.Ing, 2002, Elektronika Dasar, Salemba Teknika.
6. Michael Neidle., 1982, Elektrical Instalation Teknology, Macmillan Press Ltd.

7. Michael Neidle., 1979, Basic Elektrical Instalations, 2nd Edition, Macmillan Press Ltd.

8. Suyanto M, 2000, Diktat kuliah Instalasi listrik jilid 1, ISTA Jogjakarta.

9. Van Harten P, Setiawan E., 1991, Instalasi Listrik Arus Kuat Jilid III, Bina Cipta, Bandung

10. Zuhal, 1988, Dasar teknik Tenaga listrik Dan elektronika daya, PT Gramedia

Pendahuluan

Piranti-piranti pengontrol otomatis ini sangat berguna bagi manusia. Apalagi jika ditambah dengan suatu kecerdasan melalui program yang ditanamkan dalam sistem tersebut akan semakin meringankan tugas-tugas manusia. Akan tetapi secerdas apapun sebuah mesin tentu masih membutuhkan peranan manusia untuk mengatur dan mengontrol piranti-piranti ini. Otomasi kontrol bukan untuk menggantikan sepenuhnya peranan manusia, tetapi mengurangi peranan dan meringankan tugas-tugas manusia dalam pengontrolan suatu proses.

Dengan adanya perkembangan teknologi, maka mata kuliah Teknik Tenaga Listrik atau Teknik Kendali (control automatic) memberikan kemudahan dalam :

1. Mendapatkan performansi dari sistem Dinamik,
2. Dapat mempertinggi kualitas produksi
3. Menurunkan biaya produksi,
4. Mempertinggi laju produksi,
5. Dan meniadakan pekerjaan- pekerjaan rutin yang membosankan, yang harus dilakukan oleh manusia.

Maka dengan mencakup konsep-konsep teori jaringan (Network theori) akan mendapatkan suatu analisis system pengaturan dan pengendalian pada hasil keluaran (output) yang dikehendaki.
Dengan demikian didalam permasalahan “Analisis Sistem Teknik” akan dibahas masalah:
• System dan model system, juga perumusan matematis system yang ditinjau dan serta cara penyelesaiannya.
• Untuk teknik umpan balik (feedback ) adalah merupakan salah satu proses paling dasar dan hampir terdapat di semua system dinamik antara lain :

– Hal-hal yang berkaitan dengan diri manusia
– Hubungan antara manusia dengan mesin-mesin
– Peralatan-peralatan yang saling menunjang.

Sehingga system adalah kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja bersama-sama dan dapat menjalannkan tugas-tugas tertentu antara lain:
– Sistem Elektris
– Sistem Mekanis
– Sistem Thermis
– Sistem Biologis

Contoh : Open Loop System

Yaitu : akibat pengaruh output kepada input melalui operator ( Manusia )

Closed loop control System: Yaitu pengaruh output ke input disebut “ feedback “ yang berarti suatu komponen keadaan tiap saat dari output (akibat) diberitaukan ke input ( penyebab ). Jadi “ Input dan output berasama-sama mengatur kerja system sampai output mencapai harga yang diinginkan.

B ( bimetal ) : yang terdiri dari dua buah keeping logam yang mempunyai koefisient expansitermal (ά ) yang berlainan dan dilekatkan menjadi satu. Dengan adanya perbedaan expansitermal tersebut, bila bimetal dipanaskan atau didinginkan akan mengalammi perubahan bentuk, atau berubah bentuk sehingga terjadi perubahan pada jari-jari tertentu.

Elemen-elemen Listrik

1. Elemen Listrik Pasif : Adalah elemen listrik yang mempunyai sifat menerima/membutuhkan tegangan listrik.
• Resistor
• Capasitor
• Induktor

2. Elemen Listrik Aktif : Adalah elemen listrik yang mempunyai sifat membangkitkan atau memberikan tenaga listrik.
• Sumber Arus
• Sumber tegangan

Komponen-komponen Listrik

Resistor : Adalah suatu hambatan dari suatu benda sebagai penghantar atau Isolator.
Besarnya hambatan (Resistansi ) dari bahan dapat dirumuskan sebagai berikut :

Tahanan suatu bahan /material tergantung pada :

dimana : R = Besarnya Hambatan ( Ω )
ρ = Hambatan Jenis (Ωm )
L = Panjang bahan ( m )
A = Luas penampang ( mm2 )

Hambatan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu misalnya, akan dipakai untuk membatasi arus yang akan mengalir sehingga memberikan tegangan tertentu :
Maka dapat dikatakan sebagai penghantar ( Konduktor ): karena mempunyai nilai tahanan yang rendah. Seperti
– Logam
– Logam Campuran
– Larutan asam

Disebut sebagai Isolator karena mempunyai hambatan isolasi yang tinggi
Misal : Mika, gelas, Karet, PVC

Hubungan Tahnan (R ) dengan temperature ( T ) adalah :

Sudut Linear selalu sama pada mumnya, bila temperature naik nilai tahnan ( R ) juga ikut naik. Apabila kenaikkannya linear,maka hubungan antara R dan T
dimana :
R0 = Tahanan pada 00C Rt = Tahanan pada t0C
T = Temperature ά = Koefisien suhu tahanan

=
=

Sumber Arus dan Tegangan

Didalam elemen listrik aktip dapat dikatakan sebagai sumber arus atau sumber tenaga, tetapi untuk penekanan terhadap waktu yang panjang, apakah tegangan atau arus yang konstan.
• Untuk sumber Arus, berarti untuk waktu yang lama di,ana besarnya arus dapat dikatakan konstan.

Untuk sumber tegangan, dimana dapat konstan :

Contoh Soal :

a. Tuliskan persamaan system “ Open loop “ untuk V0(tegangan keluaran ) sebagai fungsi dari ( Vin, R1 dan R2 ).
b. Tuliskan persamaan system “ Closed loop “ untuk V0(tegangan keluaran ) sebagai fungsi dari ( Vin, Vout, R1 dan R2 ).

Penyelesaian :

Menurut Hukum Kirchoff I dan II Bahwa ( KCL da KVL )
a). “ OPEN LOOP”

b). “CLOSED LOOP”

Besaran-besaran listrik secara umum :
Besaran listrik secara umum terdiri dari beberapa komponen

Komponen – komponen listrik

1. Resistansi :

Secara umum fungsi dari komponen resistor adalah sebagai pengatur kuat arus yang mengalir. Nilai resistor dinyatakan dalam satuan ohm (). Resistor dilambangkan dengan huruf R, sedangkan dalam skema disimbolkan sebagai :

Gambar 1. a. Simbol tahanan tetap
b. Simbol tahanan variabel
Jika resistor (R) dipasang pada tegangan (V) yang tetap, maka :
a. Kuat arus I akan menjadi kecil, bila resistor R besar.
b. Kuat arus I akan menjadi besar, bila resistor R kecil.
Menurut hukum ohm I bahwa : volt maka :
Daya yang dikeluarkan : watt
Energi (watt detik) dimana :
Sehingga besarnya Energi adalah : joule
Macam-macam resistor :
a. Resistor tetap, disebut weerstand (bahasa Belanda) yang kaki-kakinya terletak pada ujung-ujungnya dan dalam praktek dapat dipasang bolak-balik. Nilai resistor dinyatakan dengan warna gelang yang melingkar pada bagian luar resistor tersebut. Kode warna gelang diciptakan oleh perkumpulan pabrik-pabrik radio Eropa dan Amerika yang bernama RMA (Radio Manufactores Association). Setiap resistor ditandai dengan 4 warna gelang, dimana warna-warna tersebut melambangkan angka-angka sebagai berikut :
Hitam : 0 (nol); Coklat: 1 (satu); Merah: 2 (dua); Jingga: 3 (tiga); Kuning : 4 (empat); Hijau : 5 (lima); Biru: 6 (enam); Ungu: 7 (tujuh);Kelabu : 8 (delapan); Putih: 9 (sembilan)
Warna-warna untuk toleransinya sebagai berikut :
Emas : 5%
Perak : 10%
Tanpa Warna : 20%
Gambar 2. Penunjuk Kode Warna
Keterangan :
• Pita pertama melambangkan angka pertama.
• Pita kedua melambangkan angka kedua.
• Pita ketiga melambangkan banyaknya angka nol.
• Pita warna keempat melambangkan toleransi.
Contoh :
1) Merah, ungu, jingga, emas ; artinya 27 K Ohm toleransi 5%.
2) Hijau, biru, coklat, emas ; artinya 560 Ohm toleransi 5%.
3) Jingga, putih, jingga, perak ; artinya 39 K Ohm toleransi 10%.
Bila hanya terdapat tiga pita warna, sedang pita warna keempat tidak ada berarti toleransinya adalah 20%.
Contoh :
1) Jingga, putih, merah ; artinya 3 K 9 Ohm toleransi 20%.
2) Hijau, biru, kuning ; artinya 360 K Ohm toleransi 20%.
Jika pita warna ketiga itu emas, maka dua angka yang dilambangkan pita warna pertama dan kedua dikalikan dengan 0,1 dan bila pita warna ketiga itu perak pengalinya adalah 0,01.
Contoh :
1) Coklat, hitam, emas ; artinya 1 Ohm toleransi 20%.
2) Merah, hijau, perak ; artinya 0,25 Ohm toleransi 20%.
b. Variabel Resistor (VR)
Adalah resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah, variabel resistor dapat digolongkan menjadi 2 macam :
1) Potensimeter, ada 2 macam :
• Potensio Linier, ialah potensio yang apabila kontak gesenya dipindah nilai hambatannya berubah sesuai dengan perhitungan linier.
• Potensio logaritmis, ialah potensio yang apabila kontak gesenya dipindah nilai hambatannya berubah sesuai dengan perhitungan logaritma.
Potensiometeer kebanyakan dipergunakan sebagai alat pengatur, misal :

1. Alat pengatur suara (Volume Control)
2. Alat pengatur nada (Tone Control)
3. Alat pengatur nada tinggi (Treble Control)
4. Alat pengatur nada rendah (Bass Control)

Gambar 2.3 Potensiometer dan lambangnya
2) Trimmer potensio = Trimpot
Cara merubah nilai hambatan pada tripot adalah dengan jalan memutar memakai obeng (drei).

Gambar 2.4 Trimer Potensio dan lambangnya
2. Kapasitor
Kapasitor atau biasa juga disebut Kodensator, adalah merupakan komponen elektronika yang dapat menyimpan tenaga listrik dalam waktu tertentu, tanpa disertai reaksi kimia. Kapasitor berlainan dengan aki, dimana aki juga dapat menyimpan tenaga listrik, tetapi dengan disertai reaksi kimia.
Pada dasarnya kapasitor terdiri dari 2 keping penghantar (konduktor) yang disekat satu dengan yang lain. Bahan penyekat keping ini disebut Dielektrika (Gambar 3.5). Berdasarkan bahan dielektikanya, maka kapasitor dibagi atas berbagai macam-maca, diantaranya :
a. Kapasitor keramik : jika dielektikanya keramik
b. Kapasitor kertas : jika dielektikanya kertas
c. Kapasitor mika : jika dielektikanya mika
d. Kapasitor elektrolit (elco) : jika dielektikanya oksida alumunium
e. Kapasitor variable (varco)
f. Kapasitor trimmer

Gambar 2.5 Dielektrika Kondensator
Dari bermacam-macam kapasitor mempunyai kemampuan menyimpan tenaga listrik yang berbeda-beda. Kemampuan menyimpan tenaga listrik dari kapasitor disebut kapasitansi (C), besar muatan (Q) diukur dengan satuan coulomb. Dan kapasitor yang memperoleh muatan listrik akan mempunyai tegangan antar terminal sebesar (V) volt. Kapasitansi dapat diukur berdasarkan besar muatan yang dapat disimpan pada suatu kenaikan tegangan.

C =
Tegangan (V) : Juga untuk
Arus (i) : sehingga
Maka :
Permukaan kapasitor yang berhubungan biasanya berbentuk plat rata. Ukuran kapasitor bergantung pada luas plat (A), jarak antar plat (d) dan medium penyekat. Kapasitansi juga dapat diukur dengan rumus :
C =
Dimana : = o . r
o = permitivitas tempat
r = permitivitas relatif
Daya (P) : P = Vc x i = = watt
Energi (w) yang tersimpan pada kapsitor dapat dihitung dengan rumus :

Sehingga :
Maka Energi mutlak = C V2
Kapasitansi total dapat diubah dengan cara menghubungkan beberapa kapasitor secara seri atau pararel. Kapasitor total dapat dikurangi dengan cara dihubungkan secara seri dan dapat dicari dengan rumus :

Sedangkan kapasitas total dapat ditambah dengan cara dihubungkan secara pararel dan dapat dicari dengan rumus :
CT = C1 + C2 + … + Cn
Satuan kapasitas dari kapasitor itu dinyatakan dalam farad. 1 farad ialah kemampuan kapasitor untuk menyimpan tenaga listrik atau mesin listrik 1 coulomb, apabila kapasitor itu diberi tegangan listrik 1 volt. Dalam praktek, dibuat satuan-satuan yang lebih kecil, yaitu :
1 mikrofarad ( fd) = 10-6 farad
1 nanofarad (nf) = 10-9 farad
1 pikofarad (pfd) = 10-12 farad
Disamping untuk menyimpan tenaga atau muatan listrik, kapasitor juga dapat digunakan untuk :
a. Peredam bunga api (kapasitor keramik)
b. Perata denyut arus listrik (kapasitor elektrolit)
c. Rangkaian resonansi dalam tuning sirkuit, atau mencari gelombang radio (kapasitor variable)
d. Menggeser gelombang atau menepatkan frekuensi (kapasitor trimmer)

3. Transformator
Transformator atau biasa disebut dengan trafo adalah alat untuk mengubah tegangan bolak-balik menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dan digunakan untuk memindahkan energi dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian berikutnya tanpa merubah frekuensi.
Dalam aplikasinya trafo dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
1. Transformator Step-Up atau tranformator penaik tegangan adalah tranformator yang digunakan untuk menaikkan tegangan dari rendah ke tegangan yang lebih tinggi.
2. Transformator Step-Down atau transformator penurun tegangan adalah transformator yang digunakan untuk menurunkan tegangan dari tinggi ke tegangan yan lebih rendah.
Cara kerja transformator adalah sebagai berikut :
1. Jika kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan arus AC, maka pada kumparan primer timbul garis-garis gaya magnet yang berubah-ubah.
2. Perubahan garis-garis gaya dari kumparan primer ini menginduksi kumparan sekunder sehingga pada kumparan sekunder timbul arus bolak-balik.
Dengan memilih jumlah lilitan yang sesuai untuk tiap kumparan dapat dihasilkan GGL kumparan sekunder yang berbeda dengan GGL kumparan primer. Hubungan GGL atau tegangan primer (Vp) tegangan sekunder (Vs), jumlah lilitan kumparan primer (np) dan jumlah lilitan kumparan sekunder (ns) dapat dinyatakan dengan rumus :

yang biasa disebut dengan perbandingan transformasi. Dengan memperhatikan perbandingan transformasi kita dapat mengetahui jenis dari transformator tersebut apakah trafo Step-Up atau Step-Down.

Pada transformator terdiri dari banyak belitan, sehinga dapat dipandang sebagai Induktor, dengan demikian dapat diuraikan sebagai berikut :

Induktor mempunyai tegangan (V) :
Dimana : ( i) menyatakan sebagai fungsi waktu (t)
(L) menyatakan panjang lilitan (H)

Sehingga besarnya arus adalah
Besarnya daya (P) : maka = watt

Energi yang tersimpan (w) : maka

Sehingga : maka (Energi) adalah joule

Posted by: okanandaferry | March 5, 2011

TUGAS MINGGU I (TRANSFORMATOR I)

pertanyaan :

1. Berdasar frekuensi kerjanya trafo dibedakan menjadi 4 macam. Apa dasar pembedaan tersebut??

jawab :

Berdasarkan frekuensi kerjanya trafo dibedakan menjadi 4 macam dengan dasar utama pembedaanya adalah perbedaan frekuensi yang dihasilkan, yaitu:

  • trafo daya (50Hz-60Hz)
  • trafo pendengaran (20Hz-20kHz)
  • trafo MF (445kHz)
  • trafo Rf (>445kHz)

Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan/menurunkan) tegangangan listrik bolak-balik (AC). Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian primer dan sepasang ujung pada

bagian sekunder. Bagian primer dan skunder adalah merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris. Kedua lilitan kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Untuk trafo yang digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari lempengan2 besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi. Sedangkan untuk trafo frekuensi tinggi (digunakan pada rangkaian2 Radio Frequency/RF) menggunakan inti ferit (serbuk besi yang dipadatkan).

Pada penggunaannya trafo juga digunakan untuk mengubah impedansi.
Untuk trafo frekuensi rendah contohnya adalah trafo penurun tegangan (Step Down Trafo) yang digunakan pada peralatan2 elektronik tegangan rendah, adaptor, pengisi battery dsb. Trafo jenis ini jika pada bagian primernya kita hubungkan dengan tegangan AC misalnya 220 volt maka pada bagian skundernya akan mengeluarkan tegangan yang lebih rendah. Pada rangkaian tersebut trafo berfungsi untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala PLN yang 220 volt menjadi sebesar tegangan yang dibutuhkan peralatan tersebut agar dapat bekerja normal, misalnya 3 volt, 6 volt atau 12 volt dsb.

Jenis2 trafo yang lain adalah trafo OT(Output Trafo) dan IT(Input Trafo). Trafo jenis ini banyak digunakan pada peralatan audio. Untuk trafo frekuensi tinggi mungkin nanti akan kita bahas pada bagian Radio Frekuensi (RF) karena penggunaannya lebih banyak dalam rangkaian2 RF.

2. Sedangkan Menurut penggunaannya dalam tenaga listrik trafo dibedakan menjadi trafo step up (trafo daya), step down (trafo distribusi) dan trafo pengukuran. Mangapa trafo pengukuran dibedakan dari trafo penurun / penaik tegangan??

jawab :

Pada dasarnya trafo tegangan adalah trafo yang merubah tegangan tinggi atau tegangan menengah ke suatu tegangan rendah yang layak untuk perlengkapan indikator, alatukur, relay, dan alat sinkronisasi serta berfungsi untuk merubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah sehingga dapat diukur dengan voltmeter.  Maka pada trafo tegangan diambil dari trafo penurun tegangan(step down). Sedangkan trafo pengukuran digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan ampere dari arus yang mengalir dalam jaringan tegangan tinggi. Disamping untuk pengukuran arus, trafo arus juga digunakan untuk pengukuran daya dan energi, pengukuran jarak jauh dan relay proteksi. Kumparan primer trafo arus dihubungkan seri dengan jaringan atau peralatan yang akan diukur arusnya, sedang kumparan sekunder dihubungkan dengan meter atau relay proteksi. Pada umumnya peralatan ukur dan relay membutuhkan arus 1 atau 5 A.Trafo arus bekerja sebagai trafo yang terhubung singkat, kawasan trafo arus yang digunakan untuk pengukuran biasanya 0,05 s/d 1,2 kali arus yang akan diukur, sedang trafo arus untuk proteksi harus mampu bekerja lebih dari 10 kali arus pengenalnya. Maka trafo arus harus diambil dari trafo penaik tegangan(step up).

 

3. Jelaskan pengertian dari :

  • fluks magnetik
  • gaya gerak listrik (GGL) induksi

jawab :

Untuk menyatakan kuat medan magnetik digunakan induksi magnetik. Induksi Magnetik (B) adalah ukuran kerapatan garis-garis medan. Fluks Magnetik adalah banyaknya garis medan magnetik yang dilingkupi oleh suatu luas daerah tertentu (A) dalam arah tegak lurus. Secara matematik dapat dituliskan bahwa:

Fluks magnetik dinyatakan dalam satuan Weber (Wb).

 

Beda potensial yang timbul pada ujung kumparan disebut GGL induksi, bahwa gerakan magnet di dalam kumparan menyebabkan jarum galvanometer menyimpang. Jika kutub utara magnet digerakkan mendekati kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke kanan. Jika magnet diam dalam kumparan, jarum galvanometer tidak menyimpang. Jika kutub utara magnet digerakkan menjauhi kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke kiri. Penyimpangan jarum galvanometer tersebut menunjukkan bahwa pada kedua ujung kumparan terdapat arus listrik. Peristiwa timbulnya arus listrik seperti itulah yang disebut induksi elektromagnetik.

Jika kutub utara magnet didekatkan ke kumparan. Jumlah garis gaya yang masuk kumparan makin banyak. Perubahan jumlah garis gaya itulah yang menyebabkan terjadinya penyimpangan jarum galvanometer. Hal yang sama juga akan terjadi jika magnet digerakkan keluar dari kumparan. Akan tetapi, arah simpangan jarum galvanometer berlawanan dengan penyimpangan semula. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyebab timbulnya GGL induksi adalah perubahan garis gaya magnet yang dilingkupi oleh kumparan.

Besar GGL induksi pada kedua ujung kumparan sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi kumparan. Artinya, makin cepat terjadinya perubahan fluks magnetik, makin besar GGL induksi yang timbul. Adapun yang dimaksud fluks nmgnetik adalah banyaknya garis gaya magnet yang menembus suatu bidang.

 

=====================================================================

 

Posted by: okanandaferry | March 5, 2011

Transformator


Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan/menurunkan) tegangangan listrik bolak-balik (AC). Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian primer dan sepasang ujung pada
bagian sekunder. Bagian primer dan skunder adalah merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris. Kedua lilitan kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Untuk trafo yang digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari lempengan2 besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi. Sedangkan untuk trafo frekuensi tinggi (digunakan pada rangkaian2 Radio Frequency/RF) menggunakan inti ferit (serbuk besi yang dipadatkan).

Pada penggunaannya trafo juga digunakan untuk mengubah impedansi.
Untuk trafo frekuensi rendah contohnya adalah trafo penurun tegangan (Step Down Trafo) yang digunakan pada peralatan2 elektronik tegangan rendah, adaptor, pengisi battery dsb. Trafo jenis ini jika pada bagian primernya kita hubungkan dengan tegangan AC misalnya 220 volt maka pada bagian skundernya akan mengeluarkan tegangan yang lebih rendah. Pada rangkaian tersebut trafo berfungsi untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala PLN yang 220 volt menjadi sebesar tegangan yang dibutuhkan peralatan tersebut agar dapat bekerja normal, misalnya 3 volt, 6 volt atau 12 volt dsb.

Sementara itu trafo penaik tegangan (Step Up Trafo) adalah kebalikan dari step down trafo yaitu untuk menaikkan tegangan listrik AC. Sebuah trafo penurun tegangan bisa juga kita gunakan untuk menaikkan tegangan dengan membalik bagian primernya menjadi skunder dan bagian skunder menjadi primer, tentu dengan memperhatikan tegangan kerja trafo tersebut. Contoh penggunaan trafo penaik tegangan adalah pada rangkaian emergency light/lampu darurat yang menyala saat PLN padam dan UPS pada PC. Prinsip kerjanyanya adalah tegangan DC (searah) yang berasal dari battery diubah menjadi tegangan AC (bolak-balik) lalu dinaikan menjadi 220 volt oleh trafo sehingga mampu menyalakan lampu atau PC di saat PLN padam.

Prinsip trafo penurun tegangan adalah jumlah lilitan primernya lebih banyak dari pada jumlah lilitan skundernya. Sedangkan trafo penaik tegangan memiliki jumlah lilitan primer lebih sedikit dari pada jumlah lilitan skundernya. Jika dilihat dari besarnya ukuran kawat email yang digunakan, trafo penurun tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih kecil pada lilitan primernya. Sebaliknya trafo penaik tegangan memiliki ukuran kawat yang lebih besar pada lilitan primernya. Hal ini dikarenakan pada trafo penurun tegangan out put (keluaran) arus listriknya lebih besar, sedangkan trafo penaik tegangan memiliki out put arus yang lebih kecil. Sementara itu frekuensi tegangan pada in put dan out putnya tetap (tidak ada perubahan). Parameter lain adalah efisiensi daya trafo. Dalam kinerjanya trafo yang bagus memiliki efisiensi daya yang besar (sekitar 70-80%). Daya yang hilang biasanya keluar menjadi kalor/panas yang timbul pada saat trafo bekerja. Trafo yang memiliki efisiensi tinggi dibuat dengan teknik tertentu dengan memperhatikan bahan inti trafo, kerapatan lilitannya serta faktor2 lainnya.

Untuk mengetahui sebuah trafo masih bagus atau sudah rusak adalah dengan menggunakan AVO meter. Caranya posisikan AVO meter pada posisi Ohm meter, lalu cek lilitan primernya harus terhubung. Demikian juga lilitan sekundernya juga harus terhubung. Sedangkan antara lilitan primer dan skunder tidak boleh terhubung, jika terhubung maka trafo tersebut konslet (kecuali untuk jenis trafo tertentu yang memang didesain khusus untuk pemakaian tertentu). Begitu juga antara inti trafo dan lilitan primer/skunder tidak boleh terhubung, jika terhubung maka trafo tersebut akan mengalami kebocoran arus jika digunakan. Secara fisik trafo yang bagus adalah trafo yang memiliki inti trafo yang rata dan rapat serta jika digunakan tidak bergetar, sehingga efisiensi dayanya bagus. Dalam penggunaannya perhatikan baik2 tegangan kerja trafo, tiap tep-nya biasanya ditulis tegangan kerjanya misalnya pada primernya 0V – 110V – 220V, untuk tegangan 220 volt gunakan tep 0V dan 220V, sedangkan untuk tegangan 110 volt gunakan 0V dan 110V, jangan sampai salah atau trafo kita bakal hangus! Dan pada skundernya misalnya 0V – 3V – 6V – 12V dsb, gunakan 0V dan tegangan yang diperlukan. Ada juga jenis trafo yang menggunakan CT (Center Tep) yang artinya adalah titik tengah. Contoh misalnya 12V – CT – 12V, artinya jika kita gunakan tep CT dan 12V maka besarnya tegangan adalah 12 volt, tapi jika kita gunakan 12V dan 12V besarnya tegangan adalah 24 volt.

Besarnya arus listrik yang bisa di supply oleh sebuah trafo biasanya juga dicantumkan misalnya 0.5 Amp, 1 Amp, 5 Amp dsb. Sesuaikan dengan kebutuhan jika membeli atau menggunakannya agar bisa berfungsi normal dan efisien.

Jenis2 trafo yang lain adalah trafo OT(Output Trafo) dan IT(Input Trafo). Trafo jenis ini banyak digunakan pada peralatan audio. Untuk trafo frekuensi tinggi mungkin nanti akan kita bahas pada bagian Radio Frekuensi (RF) karena penggunaannya lebih banyak dalam rangkaian2 RF.

 

Dikutip dari http://elektronik4.blogspot.com dengan perubahan
Posted by: okanandaferry | February 28, 2011

Panduan WordPress

Setelah sekian lama, wordpress.com akhirnya mengeluarkan panduan wordpress.com resmi. Alamatnya ada di learn.wordpress.com. Berdasarkan informasi yang ada di halaman ini, learn.wordpress.com diperuntukkan untuk orang-orang sebagai berikut:

* Wants to create a blog but isn’t quite sure where to start
* Needs help choosing a blog topic
* Wants to better understand how blogging works
* Is interested in attracting more blog visitors

Kilas balik sejenak. Saat blog panduan.wordpress.com dibuat, seingat saya baru ada fitur FAQ, dokumentasi dan support saja dari wordpress.com. Setelah lahirnya blog ini, kemudian baru muncul forum wordpress.com berbahasa Indonesia (resmi), blog-blog sejenis ini (bukan resmi wp.com), dan wordpress tv (resmi).

Well, dengan adanya learn.wordpress.com, semoga resources untuk belajar tentang wordpress semakin banyak .

Salam ngeblog dari Petamburan.
Membuat Form Kontak yang Fleksibel
Diterbitkan Desember 28, 2010 Tips 8 Comments
Tag:contact form, custom contact form

Baru-baru ini, ada fitur baru dari wordpress.com yang diberi nama custom contact form. Postingan kali ini bisa dibilang lanjutan dari postingan tentang form kontak sebelumnya.

Jika contact form edisi lama dibuat dengan cara mengetikkan kode [ contact-form ] (hilangkan tanda spasi yang ada di kode tersebut) di kotak posting artikel/halaman pada modus html; maka contact form yang bisa dicustom ini lain lagi cara membuatnya.

Berikut adalah tahapannya.

1. Login ke wordpress.com

2. Klik menu Post-Add New (buat tulisan baru).

3. Klik tombol untuk membuat custom contact form. Tombol tersebut dapat dilihat pada gambar berikut (yang diberi kotak warna biru muda).

4. Berikut adalah tampilan menunya. Kita bisa menambah field dengan cara klik add a new field

5. Jika tombol add a new field di klik, tampilannya akan seperti ini. Field baru ini bisa diatur namanya, tipenya dan juga isiannya required atau tidak.

6. Jika required dicontreng, apabila pengunjung yang akan mengontak pemilik blog tidak mengisi field tersebut, pesannya tidak akan diproses.

7. Jenis field yang bisa dipilih meliputi checkbox, dropdown, email, name, radio, text, textarea, dan website.

8. Sebagai tambahan, pesan yang diisi oleh pengunjung blog bisa dikirimkan ke alamat email tertentu (tidak harus email yang digunakan untuk akun wordpress.com). Subjek pesan juga bisa disetting. Hal ini berguna untuk memfilter pesan tersebut agar masuk folder tertentu (yahoomail) atau label tertenu (gmail) di akun email penerima.

Jika sudah selesai, jangan lupa disave (baik menu custom contact form-nya maupun postingannya).

Download tulisan

Membuat Form Kontak yang Fleksibel.pdf

Membuat Form Kontak yang Fleksibel.ps

Semoga bermanfaat. Salam ngeblog dari Petamburan!

Update:
link download file tutorial (pdf dan ps) sudah OK. Sebelumnya terjadi error karena ada perubahan domain dimana file tersebut disimpan.
Forum WordPress.Com Indonesia
Diterbitkan Desember 13, 2010 Kelola , Menulis , Mulai Nge-Blog , Tips 19 Comments
Tag:forum, Indonesia, wordpress.com

Semakin hari, semakin banyak orang ngeblog. Bermunculan blogger-blogger baru. Sementara di sisi lain, blogger tuwir mulai berguguran karena serangan jejaring sosial dan berbagai macam alasan.

Semakin hari pula, banyak tutorial mengenai cara ngeblog, cara ini, cara itu dan seterrusnya. Sebagian tutorial tersebut ada yang up to date, sebagian sudah basi. Ya, basi. Teknologi memang cepat berubah, dari wordpress tahun 2006 sampai kini wordpress di tahun 2010: interface, menu, fitur dan sebagainya banyak yang berubah.

Well, penulis di panduan.wordpress.com memang bukanlah manusia yang sempurna. Tetapi saya yakin, mereka adalah orang-orang mulia yang berniat berbagi ilmu kepada sesama. Namun demikian, tuntutan kesibukan di tempat lain tentu (mau tak mau) juga harus mereka penuhi.

Untuk itu, sembari menunggu apdetan blog ini, bagi blogger pemula maupun yang sudah berpengalaman, wordpress.com menyediakan forum tempat berbagi mengenai wordpress. Bagi anda pengguna wordpress.com, anda tak perlu registrasi lagi. Selamat berkunjung, selamat berbagi. Silakan klik di halaman ini.

Salam Ngeblog dari Petamburan!

Susahnya Mengelola Penulis WordPress
Diterbitkan Juli 19, 2010 Mulai Nge-Blog 58 Comments

Berawal dari keinginan untuk memasyarakatkan wordpress di Indonesia saya mulai membuat blog yang berisi panduan belajar wordpress di cafeblogger.web.id. Tapi seiring waktu, karena dari evaluasi saya memberi panduan dalam bentuk blog membutuhkan banyak waktu dan tenaga, maka kemudian saya mengemasnya dalam bentuk ebook dan dijual di cafebisnis.com.

Sekarang cafebisnis pun sudah mengarah kepada bisnis online dan untuk panduan wordpress sendiri saya kemudian membangun sebuah situs baru yaitu http://wordpress.or.id. Harapannya dengan nama domain yang seperti ini akan banyak yang membantu membangunnya. Tapi sayang, walaupun menu registrasi sudah dibuka dan banyak yang daftar, tapi rata-rata hanya sekedar daftar saja dan tak memberi kontribusi artikel apapun.

Saya tahu di luar sana ada begitu banyak yang ingin tahu bagaimana cara menginstall wordpress dan bagaimana mengelola wordpress. Dan saya juga tahu ada banyak web master yang tahu bagaimana memberi panduan. Tapi mungkin saja belum ada yang bergerak untuk mencoba memulai.

Yah, kita lihat saja bagaimana kisah WordPress Indonesia ini berlanjut. Mungkin karena tidak ada suntikan dana sehingga pengembangan WP Indonesia sangat lambat. Dan untuk sementara biarlah panduan WordPress dijadikan satu dengan cafebisnis hingga ada donatur yang siap mensubsidi proyek pembangunan wordpress versi Indonesia
Pengelolaan Blog Panduan WordPress
Diterbitkan September 22, 2009 Kelola 125 Comments

Sudah lama sekali sejak saya mengupdate blog ini. Terus terang, saya hanyalah penulis tamu disini dan banyak sekali pertanyaan yang belum bisa saya jawab. Dan rupanya memang tidak ada koordinasi yang cukup baik antara para penulis blog ini.

Bahkan blog pentolan alias admin blog inipun, jarang2 mengupdate blognya sendiri. Ya, mudah-mudahan aja dengan dikasih link gini, jadi terpanggil untuk datang dan mengurusi blog ini. Continue reading ‘Pengelolaan Blog Panduan WordPress’
Membuat Sticky Post di WordPress.com
Diterbitkan April 15, 2009 Menulis 105 Comments

Berhubung saya lebih suka ngeblog pakai WordPress yang diinstall sendiri, maka jarang saya mengutak-atik blog WordPress.com saya. Tapi tadi pagi saya lagi coba bikin blog track record PKS 2009 – 2014 dan rencana saya halaman informasinya saya buat dalam bentuk sticky alias melekat.

Nah, tulisan melekat ini sangat diperlukan khususnya bila anda memiliki artikel yang sangat penting dan pengunjung harus tahu akan hal itu. Dengan mode melekat (pakai istilah sticky aja ya), maka artikel akan selalu muncul di bagian teratas halaman depan artikel anda. Continue reading ‘Membuat Sticky Post di WordPress.com’
WordPress.com untuk Bisnis Online
Diterbitkan September 25, 2008 Tips 262 Comments
Tag:bisnis online, wordpress

Saat mengelola web penjualan panduan wordpress dan bisnis online, banyak yang mempertanyakan tentang penggunaan wordpress.com sebagai sarana bisnis online. Walaupun wp.com memiliki fungsi yang amat sangat terbatas untuk bisnis online, tapi bukan berarti WP.com tidak bisa dibuat bisnis. Berikut ini sedikit tips yang saya buat setelah membeli domain PR 3 godsoldiers.com

Lalu bagaimana caranya menjadikan wordpress.com sebagai sarana bisnis kita? Continue reading ‘WordPress.com untuk Bisnis Online’
Bagaimana Menulis Blog yang Efektif
Diterbitkan Juli 11, 2008 Menulis 154 Comments

Wah, lama juga saya ndak ikut kontribusi di blog ini. Terus terang saya lupa kalau punya amanah disini. Sejak tidak tinggal di warnet lagi, banyak pengalaman seru saya dapatkan. Mulai coba-coba ikutan adsense sampai menulis sebuah buku tentang Belajar WordPress.

Ada pengalaman seru saat membuat sales letter untuk e-book Panduan WordPress itu. Sengaja saya luangkan banyak waktu untuk mempelajari bagaimana sih cara menulis blog yang efektif. Menulis di blog mungkin bisa dilakukan siapa saja. Tapi tahu ndak ada cara yang sebenarnya mudah saat menulis blog. Justru menulis blog yang tidak efektif itulah yang susah. Continue reading ‘Bagaimana Menulis Blog yang Efektif’
Posting Source Code
Diterbitkan September 10, 2007 Menulis , Tips 100 Comments 1 <?php
2 echo “Hello World!”;
3 ?>

ingin bisa menampilkan tulisan seperti di atas? gampang saja, tinggal tambahkan

…tulis_kode_di_sini…

Kita bisa mengganti jenis bahasa codingnya dengan mengganti “php” dengan bahasa coding yang kita inginkan. Sementara ini sintaks yang di support adalah:
cpp
csharp
css
delphi
java
jscript
php
python
ruby
sql
vb
xml

referensi:
How do i post source code?
Mengatur penulis artikel
Diterbitkan Agustus 5, 2007 Kelola , Menulis 44 Comments

Beberapa hal sebelum membaca tulisan ini secara lengkap

1. Tulisan ini berkaitan dengan tulisan sebelumnya (tentang Poliblog) dan hanya berlaku pada blog yang dikelola oleh beberapa akun wordpress.

2. Hanya bisa dilakukan oleh admin PoliBlog.

3. Jangan dilakukan untuk tindakan negatif, fitnah dan yang jelek2

Mulai : Jika di sebuah blog ada beberapa akun pengelola; misalnya Admin, akun 1, akun 2, akun 3 dst. Maka ketika menulis (mengedit) sebuah artikel -sebagai admin- anda dapat mengatur atas nama siapakah tulisan itu akan dipublish. Caranya:

1. Login dengan akun admin

2. Masuk ke menu buat tulisan (create post) atau kelola tulisan (manage post)

3. Lihat sidebar kanan, cari kata-kata Penulis, lalu tekan tanda +. Setelah itu, tinggal atur atas nama siapakah tulisan tersebut dipublish. Selesai .

Screenshoot (dari sebuah blog, dimana saya ikut jadi jongos di sana) Continue reading ‘Mengatur penulis artikel’
Mengelola Blog WP dot com Berkelompok
Diterbitkan Juli 28, 2007 Kelola , Tips 88 Comments

Blog di wordpress.com dapat dikelola secara berkelompok seperti blog panduan.wordpress.com ini. Berguna juga jika ingin membuat blog internal perusahaan atau kelompok.

Bagaimana cara menambahkan pengguna?

Dengan posisi sebagai administrator, menu menambahkan pengguna terdapat di dasbor: ‘Pengguna’ / ‘Users’ » ‘Authors & Users’ / ‘Penulis & Pengguna’. Kemudian pada kolom di bawahnya terdapat ‘Add User From Community’ / ‘Tambahkan Pengguna Dari Komunitas’. Sila lanjutkan membaca Mengelola Blog WP dot com Berkelompok..
meMbUaT cOntaCT fOrM
Diterbitkan Juni 11, 2007 Menulis , Tampilan , Tips 133 Comments

cONtAct Form mErUpaKan salaH satu layanan hampIr tErbaru daRi Wordpess.Com. dengaN meNggunakAn sebuah kode, kita dapAt membUaT contact form InI. apa sih kEuNgguLannya?
<kupiPes>
1. peoPLe CAn send you aN email wiTHOUT YOu Ever PublIcLY disPLaYiNg YouR emaIl address.
2. wHen someone submits a MEssage ThROuGh tHe fOrm, yoU receIVe ThAt meSsage in an emaIl.
3. YOUr email AddRess is neveR shown, And tHe sendeR neveR leArns It (UnLESS yoU rEpLy To the emaIl!).
4. as aN added boNUs, all thE mEssages people senD To YOu through tHe contact foRM ArE fiLteRed ThRough akisMeT. ThAt should Help rEduce the aMount of spam YoU get.
</kuPIPes>
ConTACT foRM inI bisa dibUat baIk dI PostingAn, maupun Di pAge/haLAMan terSeNdiri lHO. cArA memBUatnya, masukkan kode iNi (iLaNgiN TanDA SpAsiNya)

[ contact-form ]

DI pOstInganMu, selEsai. TampiLanNYa, bisA dilihaT di sini.
Semoga bermanFAat. insPirasI dArI TUlisaN ini. PengaCak Kata PakaI ToolS ini.
dITulis oleh SigAntEnG luThfI
Kekuatan PassWord
Diterbitkan Juni 11, 2007 Password 33 Comments

Ketika kita memutuskan untuk mendaftar akun di wordpress.com, maka kita akan mendapatkan sebuah password yang acak (random) dari wordpress. Untuk selanjutnya, kita bisa mengganti password kita dengan password baru yang mudah kita ingat dan mungkin juga mudah ditebak oleh orang lain .

Nah untuk itu, kini wordpress.com melengkapi bagian profil kita dengan sebuah tool untuk mengecek kekuatan password yang kita pakai. Kekuatan password yang kita pakai bisa dibedakan menjadi Too Short, Bad, Good, dan Strong. Screenshoot dari tampilannya bisa dilihat sebagai berikut :

Continue reading ‘Kekuatan PassWord’
WordPress.com Sidebar 3.0 di firefox
Diterbitkan Mei 11, 2007 Tips 68 Comments

Penulis : Andaru ‘ndarualqaz’ Krido

Akhirnya saya bisa juga meluangkan waktu untuk sedikit berbagi ilmu di panduan.wordpress ini. Berikut ini ada sedikit tips bagi wp user yang bermasalah dengan bandwidth

Seringkali blogger terhambat kegiatan ngeblognya karena masalah bandwidth, terutama yang ngeblog dengan koneksi internet sendiri. Untuk blogger yang ngenet numpang fasilitas sih tidak apa2. seperti saya ini. Namun ada banyak cara agar anda dapat menghemat bandwidth. Berikut ini salah satu tipsnya.

Continue reading ‘WordPress.com Sidebar 3.0 di firefox’
Menampilkan Mood Anda di WP
Diterbitkan April 20, 2007 Widget 41 Comments

Bagaimana caranya supaya kita bisa menunjukkan mood/feeling kita ke seluruh orang (via web/blog tentunya) ? Gunakan saja layanan dari moodmil. Apa itu moodmill?

moodmill is a social mood management website. It’s a personal mood management, a log, a quick ‘n easy website for managing and sharing your short logs with your contacts.

http://www.moodmill.com/about/

(silahkan di translate sendiri )

Tentunya jika kita ingin menggunakan layanan tersebut kita harus melakukan registrasi. Setelah kita dapat login, untuk mem-posting mood kita, klik menu dashboard.

Nah, untuk menentukan mood kita, tersedia sebuah kotak yang bisa kita geser kanan-kiri sesuai dengan keadaan mood kita. Bila kita sedang in da mood geser ke kanan

Contoh hasilnya bisa dilihat disini. Bila ingin di tampilkan di blog (wordpress.com) tinggal tambahkan widget rss dan isi alamat rss feednya sesuai alamat feed moodmill kita, contoh : http://www.moodmill.com/rss/sandynata/.

Hasilnya bisa dilihat di sini.

Bagi anda yang menggunakan wordpress dengan hosting sendiri, install widgets moodmill di blog anda (download di sini), tampilannya akan jadi lebih menarik.

Cara kerja dan panduan asli bisa dilihat disini.
Memanfaat Klik Edit untuk Jawab Komentar
Diterbitkan April 3, 2007 Kelola , Tips 14 Comments

Ingin menjawab komentar tamu secara langsung? Maksudnya dengan menuliskan komentar/tanggapan balik di bagian bawah komentar tamu itu. Seperti ini gambar berikut:

Continue reading ‘Memanfaat Klik Edit untuk Jawab Komentar’
Pembuat Form Survey GRATIS !!
Diterbitkan Maret 31, 2007 Tips , Widget 87 Comments

Iseng-iseng saya coba membuat sendiri form survey yang cepat dan ndak butuh terlalu banyak birokrasi seperti yang pernah diajarkan di blog ini beberapa waktu lalu. Anda hanya tinggal memasukkan pertanyaan yang ingin diajukan beserta pilihan jawabannya. Setelah itu kode HTML untuk 3 buah model akan muncul dan siap di copy paste ke website atau blogmu. Untuk mencobanya silahkan KLIK DISINI Continue reading ‘Pembuat Form Survey GRATIS !!’
Mengelola Preview SNAP
Diterbitkan Maret 29, 2007 Kelola , Tips 30 Comments

Apa sih SNAP itu?
Pernah lihat yang beginian kan?

Bagi beberapa orang, preview (pratilik) snap sangat membantu untuk melihat tampilan sebuah link URL (Uniform Resource Locator). Namun bagi segolongan pengguna/pengunjung blog anda adalah suatu hal yang cukup meresahkan mengganggu. Bagi pengguna layanan WordPress, SNAP menjadi sebuah fasilitas extra yang tersedia. Artinya dapat digunakan maupun tidak.

Bagaimanakah cara pengaturannya?

Continue reading ‘Mengelola Preview SNAP’
Menampilkan Pembaca Terakhir di Sidebar Blog Anda
Diterbitkan Maret 27, 2007 Gambar , Tips 144 Comments

Sebagai blogger pemula seperti saya, pernak-pernik blog atau aksesoris terkadang saya butuhkan. Salah satu aksesoris blog yang relatif baru (bagi saya) adalah menampilkan Pembaca Terakhir/Tamu Terakhir/Recent Readers.

Widget untuk Recent Readers ini bisa didapatkan dari MyBlogLog. Silakan daftar dulu kalau belum punya akun. Sayangnya, widget dari MyBlogLog memakai java script padahal text widget WP.com tidak mengijinkan java script. MyBlogLog sudah menyediakan kode untuk dipasang di WordPress.com sehingga untuk memasangnya kita tidak perlu mengakali kode widget seperti yang dilakukan oleh para blogger dulu sebelum ada kode dari MyBlogLog yang bisa dipasang di Flickr.com, Yahoo!360, MySpace.com dan WordPress.com.

Cara Memasang Recent Readers Widget
Pertamakali, silakan mendaftar di MyBloglog.
Add Site/Blog I Author
Get Widget

Baiklah, saya anggap Anda sudah memiliki akun di MyBloglog. Langkah selanjutnya adalah menambahkan situs/blog ke dalam akun MyBlogLog Anda. Silakan ikuti petunjuk di bawah:

1. Pada Account Tools, klik Add Site/Blog I Author

2. Isi formulir yang ada di sana, lalu klik Add Blog/Site

3. Pilih platform (www.wordpress.com) lalu klik Click to Add Site/Blog

4. Selesai.

Setelah blog ditambahkan ke akun MyBlogLog, mari kita ambil kode widget Recent Readers.

1. Silakan langsung klik visit the widgets page atau klik Go to ”namablog” community. Pada contoh di sini, saya klik Go to ikastaratangerang community.

2. Klik Get This Widget

3. Kopi Kode widget yang muncul

4. Silakan buka Dasbor blog Anda di wordpress. Pastikan Anda berada di menu Tampilan dan Widgets

5. Geret sebuah widget teks ke sidebar

6. Klik widget teks untuk mem-paste kode widget MBL yang sudah dikopi.

7. Paste kode widget MBL yang sudah dikopi dari MBL.

8. Klik Simpan Perubahan

9. Selesai. Silakan lihat tampilannya dengan membuka blog Anda.

Contoh widget yang dibuat di sini dapat dilihat di Blog Ikastara Tangerang.
Penggunaan JavaScript
Diterbitkan Maret 27, 2007 Tips 84 Comments
2
digg

Harusnya saya kurang layak untuk membicarakan masalah ini. Ok, begini saudara-saudara. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, sebuah halaman web tak jauh-jauh dari yang namanya script. Apapun namanya HTML-kah atau JavaScriptkah? Nah, oleh pihak wordpress.com (dengan asumsi gratisan), kita diperkenankan mengotak-atik HTML di blog kita di sekitar area postingan dan sidebar (Text Widgets). Sedangkan untuk penggunaan Javascript amat sangat terlarang di blog wordpress.com (Harommm jiddan).

Kenapa demikian ?

Posted by: okanandaferry | February 28, 2011

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories